Dalam upaya memperluas akses pembiayaan, Indonesia tetap memegang prinsip non-alignment atau bebas aktif.
Pemerintah terus membuka kesempatan kemitraan ekonomi dengan negara lain seperti Amerika Serikat, Singapura, hingga kawasan Eropa.
"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah.
Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," katanya.
Kerja sama dengan berbagai mitra strategis global diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan nasional secara berkelanjutan.
"Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik.
>>> AC Milan Incar Morten Hjulmand untuk Perkuat Lini Tengah
China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya," pungkasnya.