Pemerintah Amerika Serikat secara resmi melarang impor perangkat robot canggih dan inverter daya buatan asing.
Keputusan ini diumumkan oleh Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) pada Kamis (30/7/2026).
>>> Liverpool Susah Payah Kalahkan Wrexham 1-0 di Laga Uji Coba
Meski tidak menyebut negara tertentu secara eksplisit, larangan ini dinilai sebagai upaya untuk menjegal industri robotika China yang tengah berkembang pesat.
FCC menyatakan bahwa robot buatan asing, termasuk robot humanoid berkaki dua dan robot anjing berkaki empat, menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional dan keselamatan warga AS.
"Robot mengumpulkan data yang dapat dimanfaatkan pihak jahat untuk memata-matai warga Amerika, meningkatkan kemampuan badan intelijen asing, atau mengendalikan robot dari jarak jauh," kata FCC dalam pernyataannya.
FCC juga merujuk pada studi pemerintah yang menyebut robot buatan asing dapat mengancam rantai pasokan dan menimbulkan risiko keamanan siber.
Definisi Robot Canggih
Dalam laman FAQ, FCC mendefinisikan 'perangkat robot canggih' sebagai mesin yang mampu bergerak, menghindari rintangan, melakukan navigasi, atau bergerak di lantai.
Robot juga dianggap canggih jika memiliki chip untuk konektivitas dan chip pendeteksi lingkungan, dengan berat lebih dari 2 kilogram termasuk stasiun pengisian daya.
>>> Roberto Mancini Minta Maaf ke Fans Italia, Siap Bangkitkan Timnas
Definisi ini mencakup robot penyedot debu, sehingga larangan impor tidak terbatas pada robot berkaki saja.
Larangan ini akan berdampak besar pada China, yang saat ini gencar memproduksi robot humanoid.
Salah satu perusahaan yang terkena dampak adalah Unitree, yang menguasai hampir 20% pasar robot humanoid global.
China juga merupakan rumah bagi produsen inverter daya terkemuka seperti Sungrow dan Huawei. Komponen ini banyak digunakan dalam panel surya dan sistem energi terbarukan untuk pusat data.
Larangan hanya berlaku untuk robot dan inverter yang belum dirilis.
>>> Menkomdigi Dorong Bilik Khusus Hijab untuk Registrasi SIM Biometrik
Toko ritel masih boleh menjual model yang sudah mendapat otorisasi FCC, meskipun FCC berwenang mencabut izin penjualan model yang telah disetujui.

