Astronaut NASA Jessica Meir membagikan foto-foto awan badai yang diambil dari International Space Station (ISS).
Foto tersebut memperlihatkan gumpalan awan raksasa dengan tekstur dan bentuk mencolok saat melayang di atas Pasifik Barat Laut.
>>> Update Harga iPhone 17, 16, 15, dan 14 di Indonesia per Juli 2026
Meir mengaku tidak pernah bosan mengamati awan dari orbit Bumi. "Bentuk, tekstur, dan ukurannya seolah tak ada habisnya," tulisnya.
Dari permukaan Bumi, manusia hanya melihat bagian bawah atau samping awan. Sebaliknya, astronaut di ISS melihat keseluruhan struktur dari atas.
Awan badai yang dipotret Meir merupakan jenis cumulonimbus. Awan ini tumbuh vertikal akibat arus udara panas yang naik cepat.
>>> Fans Maroko Rusuh di Belanda Rayakan Kemenangan, Beberapa Ditangkap
Cumulonimbus dapat menjulang hingga belasan kilometer dan menyebabkan hujan lebat, petir, angin kencang, bahkan tornado.
Dari orbit sekitar 400 kilometer, bagian puncak awan terlihat melebar seperti landasan. Bentuk ini sulit diamati dari bawah.
Selain eksperimen ilmiah, astronaut di ISS rutin mendokumentasikan fenomena alam. Foto dari luar angkasa membantu ilmuwan memantau badai, kebakaran hutan, hingga aurora.
>>> Bangganya Paraguay Depak Jerman dari Piala Dunia 2026
Perspektif orbit memungkinkan pola awan dan sistem cuaca diamati dalam cakupan lebih luas. ISS mengorbit Bumi setiap 90 menit.