CEO Epic Games, Tim Sweeney, melontarkan kritik tajam terhadap Valve terkait kebijakan pemberian label pada game yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) di platform Steam.
Menurut Sweeney, langkah tersebut tidak bertanggung jawab dan justru merugikan para pengembang game.
>>> Ibrahimovic Kritik Koeman: Belanda Kehilangan Identitas
"Menurut saya, tindakan Valve benar-benar tidak bertanggung jawab.
Mereka seharusnya tidak melakukan itu, karena hal itu membuat peluang sukses bagi pengembang game menjadi jauh lebih sulit," ujar Sweeney, dikutip dari Games Industry, Rabu (1/7/2026).
Sweeney menilai label AI akan mempersulit pekerjaan developer, padahal AI bisa menjadi alat kreatif untuk membuat aset unik.
Ia menekankan bahwa yang terpenting bukan sekadar aset sempurna, melainkan elemen seperti narasi, jalan cerita, dan mekanik permainan.
Pemilik Fortnite ini mengaku prihatin dengan situasi yang dialami para pengembang.
>>> Janice Tjen Tersingkir di Babak Kedua Wimbledon 2026
Mereka dihadapkan pada pilihan sulit: tidak menggunakan AI yang bisa meningkatkan produktivitas, atau menerima cap negatif dari komunitas yang membenci AI.
"Jika Anda ingin memainkannya di Steam, maka Anda harus mendapatkan cap buruk berupa AI yang melekat pada produk Anda, dan sekarang ada komunitas pembenci yang mencoba membunuh game tersebut," tambahnya.
Meski mengkritik Valve, Sweeney sebenarnya juga menentang penggunaan AI dalam pengembangan game secara berlebihan. Ia menegaskan tidak ada solusi instan untuk masalah ini dalam waktu dekat.
Sweeney mengakui bahwa AI membuat programmer lebih produktif, misalnya dalam mencari dan memperbaiki bug yang kini lebih cepat.
>>> Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Diprediksi Jadi Raja Multitasking di 2026
Namun, ia berpendapat platform seharusnya tidak memberi label pada game berbasis AI, karena hal itu tidak seharusnya memengaruhi penerimaan sebuah game.
