⌂ Beranda News Kisah Buruh Pabrik Putus Sekolah yang Kini Hartanya Rp 269 Triliun

Kisah Buruh Pabrik Putus Sekolah yang Kini Hartanya Rp 269 Triliun

Kisah Buruh Pabrik Putus Sekolah yang Kini Hartanya Rp 269 Triliun
Ilustrasi: Kisah Buruh Pabrik Putus Sekolah yang Kini Hartanya Rp 269 Triliun
A A Ukuran Teks16px

Wang Laichun, seorang mantan buruh pabrik yang putus sekolah, kini menjelma menjadi salah satu wanita terkaya di dunia.

Kekayaannya mencapai Rp 269 triliun berkat perusahaan miliknya, Luxshare, yang menjadi pemasok utama Apple.

>>> Comeback Dramatis, Belgia Amankan Tiket 16 Besar Piala Dunia

Wanita berusia 59 tahun ini lahir di Shantou, Guangdong. Ia terpaksa putus sekolah setelah lulus SMP karena keterbatasan biaya keluarga.

Pada 1988, Wang bergabung dengan Foxconn Technology Group di dekat Shenzhen. Ia menjadi salah satu dari 100 karyawan pertama asal China daratan yang direkrut perusahaan Taiwan tersebut.

Awalnya, ia bekerja di jalur perakitan dengan sistem shift hingga 15 jam sehari. Ia tinggal di asrama bersama sekitar 100 pekerja lainnya.

in2

Meski banyak rekan kerjanya keluar setelah beberapa bulan, Wang bertahan. Di luar jam kerja, ia belajar teknik manufaktur dan teknologi produksi, serta mengasah keterampilan manajemen.

Setelah satu dekade di Foxconn, ia naik jabatan dari pekerja perakitan menjadi bagian manajemen. Kemudian, ia memutuskan untuk merintis bisnis sendiri.

Perjalanan Membangun Luxshare

Pada 1999, Wang bersama saudara laki-lakinya, Wang Laisheng, menggunakan tabungan untuk mengakuisisi perusahaan manufaktur konektor elektronik asal Hong Kong yang menjadi cikal bakal Luxshare.

Awalnya, Luxshare memasok konektor dan komponen elektronik untuk Foxconn. Perusahaan kemudian berekspansi melalui akuisisi, termasuk mengambil alih Kunshan United Tao Electronics pada 2011.

Langkah ini menandai masuknya Luxshare ke rantai pasok Apple dengan memproduksi konektor kabel untuk MacBook dan iPad.

Pertumbuhan Luxshare di ekosistem Apple semakin pesat setelah akuisisi Meite Technology pada 2017 dan dua pabrik Wistron pada 2020.

Kesepakatan ini memungkinkan Luxshare memproduksi AirPods dan iPhone model dasar.

Pada tahun-tahun berikutnya, Luxshare terus memenangkan kontrak lebih besar dari Apple.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru