Apple dilaporkan sedang menguji chip memori buatan perusahaan China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), untuk digunakan di sejumlah perangkatnya, termasuk iPhone dan MacBook.
Langkah ini ditempuh di tengah pasokan memori global yang makin ketat akibat ledakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
>>> Arteta Sambut Bruno Guimaraes: Ini yang Kami Butuhkan
Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip Reuters, Apple telah melakukan pembicaraan awal dengan CXMT.
Salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan adalah menggunakan chip memori perusahaan China tersebut pada perangkat Apple yang dijual di pasar China.
Namun hingga kini belum ada keputusan final. Reuters juga belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen, sementara Apple dan CXMT belum memberikan komentar.
Langkah Apple melirik CXMT bukan semata-mata bagian dari strategi memperkuat rantai pasok di China.
Ledakan pembangunan data center AI telah meningkatkan permintaan terhadap chip memori secara drastis.
Produsen chip semakin banyak mengalokasikan kapasitas produksinya untuk kebutuhan AI, sehingga pasokan bagi perangkat elektronik konsumen seperti smartphone dan laptop ikut tertekan.
Apple sendiri sebelumnya telah mengakui kenaikan harga dan keterbatasan pasokan chip memori menjadi tekanan bagi bisnis perangkatnya.
Kondisi ini membuat perusahaan mencari sumber pasokan tambahan untuk mengurangi risiko kekurangan komponen.
CXMT pun bukan satu-satunya opsi yang dilirik industri gadget.
>>> Vlahovic Dikabarkan Segera Susul Salah ke Turki
HP dan Acer dilaporkan telah menggunakan chip buatan CXMT pada sebagian produk yang dijual di luar Amerika Serikat sebagai respons terhadap ketatnya pasokan memori global.
Jika pengujian tersebut berlanjut menjadi kontrak pasokan, keputusan Apple menggunakan chip CXMT akan menjadi perubahan penting dalam rantai pasok perusahaan.
Selama ini pasar DRAM global didominasi perusahaan seperti Samsung Electronics, SK Hynix dan Micron.

