Fitur berbagi file populer seperti AirDrop di perangkat Apple dan Quick Share di Android ternyata memiliki celah keamanan yang mengancam miliaran pengguna smartphone di seluruh dunia.
Peneliti keamanan dari CISPA Helmholtz Center for Information Security berhasil menemukan celah ini.
>>> Roller Coaster Thomas Tuchel: Inggris Comeback ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Eksploitasi celah tersebut hanya memerlukan laptop yang terhubung ke Wi-Fi dalam jarak 10 hingga 30 meter dari target.
Dampak Celah Keamanan
Pada perangkat Apple, celah ini memanfaatkan daemon di latar belakang yang mengontrol berbagai fitur seperti AirDrop, AirPlay, Handoff, Universal Clipboard, dan Continuity Camera.
Dengan mengirimkan permintaan yang diformat secara salah, hacker dapat menyebabkan sistem crash. Pengulangan permintaan ini dapat membuat fitur-fitur tersebut tidak berfungsi secara permanen bagi korban.
Tim peneliti juga menguji Quick Share pada Samsung Galaxy S23 Ultra dan klien Windows.
>>> Demi Diogo Jota, Portugal Berniat Taklukkan Kroasia
Mereka menemukan celah yang memungkinkan hacker melewati tahap otentikasi penting dan bug kerusakan memori di Windows.
Meskipun demikian, celah keamanan ini tidak dapat digunakan untuk mencuri data pribadi seperti foto. Gangguan layanan saat berbagi file menjadi dampak paling mungkin dialami pengguna.
Kabar baiknya, Apple telah memperbaiki satu dari tiga bug AirDrop melalui pembaruan terbaru, sementara Google telah memperbaiki klien Windows untuk Quick Share.
Masalah lainnya masih dalam proses perbaikan atau koordinasi dengan pihak terkait.
>>> Sony Hentikan Produksi Game PlayStation Fisik pada Januari 2028
Untuk meningkatkan keamanan, pengguna disarankan untuk tidak mengatur visibilitas AirDrop dan Quick Share ke 'Semua Orang'. Ubah pengaturan visibilitas menjadi 'Hanya Kontak' untuk mencegah potensi serangan.
