⌂ Beranda › News › Populasi Hiu Berjalan di Raja Ampat Melonjak Signifikan Berkat Perlindungan
News

Populasi Hiu Berjalan di Raja Ampat Melonjak Signifikan Berkat Perlindungan

Ilustrasi hiu berjalan di perairan Raja Ampat
Populasi Hiu Berjalan di Raja Ampat Melonjak Signifikan Berkat Perlindungan
A A Ukuran Teks16px

Penelitian juga mengungkap perbedaan habitat antara hiu muda dan dewasa.

Sekitar 69% hiu muda ditemukan hidup di kawasan terumbu karang, sementara hiu dewasa lebih banyak berpindah ke padang lamun dan hamparan pasir dangkal.

Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan berbagai tipe habitat pesisir menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidup spesies tersebut.

Dr. Edy Setyawan, Lead Conservation Scientist di Elasmobranch Institute Indonesia, menyatakan bahwa keterikatan hiu berjalan terhadap habitat pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam upaya konservasi.

Ia menambahkan bahwa hasil penelitian ini akan membantu memastikan langkah perlindungan benar-benar memberikan dampak di lapangan, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.

Keberhasilan konservasi hiu berjalan di Raja Ampat juga tidak lepas dari keterlibatan warga lokal dalam pemantauan populasi.

Penduduk setempat ikut menyusuri terumbu karang saat air surut bersama para ilmuwan untuk mendata keberadaan hiu berjalan.

Keterlibatan masyarakat adat dinilai sebagai salah satu faktor penting di balik meningkatnya populasi spesies endemik ini.

Ronald Mambrasar, seorang pemantau hiu dari Kampung Arborek, mengatakan hiu berjalan memiliki arti khusus bagi masyarakat Raja Ampat sebagai 'tetangga yang hidup di halaman depan rumah'.

Temuan ini menjadi kabar baik bagi upaya konservasi laut Indonesia, menunjukkan bahwa spesies endemik dapat pulih ketika habitatnya dijaga.

Penelitian ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat lokal dalam melindungi keanekaragaman hayati laut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru