⌂ Beranda News Populasi Hiu Berjalan di Raja Ampat Melonjak Signifikan Berkat Perlindungan

Populasi Hiu Berjalan di Raja Ampat Melonjak Signifikan Berkat Perlindungan

Populasi Hiu Berjalan di Raja Ampat Melonjak Signifikan Berkat Perlindungan
Ilustrasi: Populasi Hiu Berjalan di Raja Ampat Melonjak Signifikan Berkat Perlindungan
A A Ukuran Teks16px

Kabar baik datang dari perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Penelitian terbaru mengungkap populasi hiu berjalan Raja Ampat (Raja Ampat walking shark) mengalami peningkatan pesat.

Peningkatan ini terjadi setelah spesies tersebut mendapatkan perlindungan penuh dari pemerintah Indonesia.

>>> 10 Tim Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Fish Science mencatat kepadatan hiu berjalan di Selat Dampier, Raja Ampat, mencapai rekor tertinggi di dunia untuk kelompok ini.

Di perairan sekitar Kampung Sawinggrai, peneliti menemukan kepadatan mencapai 2.462 ekor per kilometer persegi.

Peningkatan populasi ini terjadi sekitar tiga tahun setelah Indonesia menetapkan enam spesies hiu berjalan sebagai satwa yang dilindungi penuh pada tahun 2023.

in2

Kebijakan tersebut secara tegas melarang penangkapan maupun pengambilan hiu berjalan dari habitat alaminya.

Selama penelitian, tim ilmuwan mencatat 1.191 perjumpaan dengan hiu berjalan dan berhasil mengidentifikasi 736 individu berbeda.

Hasil ini menjadi bukti kuat bahwa perlindungan habitat mampu memberikan dampak nyata bagi spesies endemik yang rentan terhadap gangguan lingkungan.

Keunikan Hiu Berjalan

Berbeda dengan hiu pada umumnya, hiu berjalan menggunakan sirip dada dan sirip perutnya untuk 'melangkah' di dasar laut atau melintasi terumbu karang dangkal saat air surut.

Cara bergerak yang unik ini memungkinkan mereka mencari mangsa seperti ikan kecil, kepiting, siput, dan krustasea di sela-sela karang, bahkan bertahan di genangan air dangkal saat pasang surut.

Namun, kemampuan ini juga berkonsekuensi pada mobilitas yang terbatas.

Hiu berjalan sangat setia pada habitatnya, dengan individu yang diamati hanya berpindah sejauh 475 meter dan tidak ada yang berpindah antar pulau.

Mobilitas yang sangat terbatas membuat spesies ini sulit mencari habitat baru ketika lingkungan tempat tinggalnya rusak.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru