Microsoft dikabarkan tengah bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar. Langkah ini disebut akan menyasar berbagai departemen di seluruh perusahaan.
Menurut laporan sumber internal, divisi sales dan konsultasi menjadi salah satu yang paling terdampak. Namun, kabar yang paling mengejutkan adalah rencana pemangkasan di divisi Xbox.
>>> PSSI Puas dengan Persiapan Stadion Pakansari Jelang Piala AFF 2026
Kabar PHK di divisi Xbox ini memicu kekhawatiran di kalangan penggemar game.
Pasalnya, Microsoft baru saja menaikkan harga konsol Xbox Series S dan X untuk ketiga kalinya dalam setahun terakhir.
Perusahaan beralasan kenaikan harga tersebut diperlukan karena membengkaknya biaya komponen elektronik. Namun, analis berspekulasi adanya masalah internal yang lebih dalam di divisi game Microsoft.
Pola Efisiensi di Industri Teknologi
Langkah Microsoft ini mencerminkan pola yang diterapkan banyak raksasa teknologi global. Perusahaan-perusahaan besar kini mengalihkan dana dari gaji karyawan ke belanja modal untuk infrastruktur AI dan chip canggih.
>>> Sah! Mateus Fernandes Resmi Berseragam Tottenham Hotspur
Selain efisiensi biaya, Microsoft juga berargumen bahwa teknologi AI seperti Copilot membuat beberapa posisi menjadi kurang relevan. Hal ini turut mendorong keputusan PHK.
Jika benar terjadi, PHK ini akan menambah ketidakpastian di ekosistem Xbox. Investor dan konsumen kini menanti langkah Microsoft selanjutnya untuk mempertahankan posisinya di industri game.
Hingga berita ini diturunkan, Microsoft belum memberikan tanggapan resmi.
>>> Harga PS5 dan Nintendo Switch 2 di Indonesia Juli 2026, Masih Mahal?
Biasanya, pengumuman disampaikan melalui nota internal yang kemudian bocor ke publik, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (2/7/2026).
