⌂ Beranda › News › Lonjakan lisensi Windows 11 dongkrak harga jual laptop di pasaran
News

Lonjakan lisensi Windows 11 dongkrak harga jual laptop di pasaran

Ilustrasi laptop Windows 11 yang terdampak kenaikan harga lisensi
Windows 11 RAM 8GB Dijamin Lancar Lewat Optimalisasi IFA 2026
A A Ukuran Teks16px

Membeli perangkat komputer baru berisiko semakin menguras kantong konsumen akibat kebijakan terbaru dari Microsoft.

Perusahaan tersebut dilaporkan menaikkan biaya lisensi sistem operasi Windows 11 untuk para produsen PC.

Berdasarkan laporan media Taiwan United Daily News, kenaikan tersebut berkisar antara 7% hingga 10% sejak Juli.

Besaran biaya lisensi ini juga dilaporkan bervariasi mengikuti jenis prosesor yang digunakan perangkat komputer.

Prosesor kelas atas seperti Intel i7 dilaporkan memerlukan biaya lisensi yang lebih tinggi daripada Intel i5.

Kenaikan biaya sistem operasi ini sudah mulai berdampak langsung terhadap harga jual perangkat di pasaran.

Vendor asal Taiwan seperti Asus dan Acer diprediksi mengerek harga perangkat mereka hingga 5% pada kuartal ini.

Situasi pasar komputer saat ini sudah tertekan oleh lonjakan harga komponen seperti memori dan prosesor.

Sejumlah vendor global termasuk Dell dan HP telah lebih dulu mengumumkan kenaikan harga produk mereka.

IDC memprediksi pengapalan PC global akan mengalami penurunan signifikan pada tahun ini.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru