⌂ Beranda News Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir di China

Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir di China

Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir di China
Ilustrasi: Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir di China
A A Ukuran Teks16px

Hampir 900 ular, termasuk kobra berbisa, lepas dari sebuah fasilitas penangkaran di China selatan setelah diterjang banjir yang dipicu Topan Maysak.

Seorang warga desa dilaporkan digigit salah satu ular yang lepas dan kini menjalani perawatan darurat.

>>> Statistik Prancis vs Maroko: Siapa Lebih Unggul Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026?

Peristiwa itu terjadi saat penangkaran di Hengzhou terendam banjir pada Senin pagi waktu setempat.

Curah hujan lebat menyebabkan dinding dua waduk, Liulan dan Yunbiao, jebol sehingga merendam komunitas dataran rendah dan menyapu beberapa peternakan ular skala kecil.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berdiri di tengah banjir setinggi pinggang sambil memegang tongkat bambu untuk menangkap ular.

Pejabat desa Wu Zhi mengatakan sebagian besar ular tidak berbisa. Tim beranggotakan 10 orang telah dikerahkan untuk menangkap ular menggunakan jaring dan alat kejut listrik.

Ia memperingatkan warga agar tidak menangkap ular dengan tangan kosong. Pihak berwenang mengimbau warga menghindari area banjir selama operasi penangkapan berlangsung.

Banjir pekan ini menewaskan puluhan orang di berbagai provinsi di China selatan dan tengah, serta memaksa ratusan ribu warga mengungsi.

Guangxi mengeluarkan peringatan banjir tingkat tertinggi pada Senin tengah malam saat ketinggian air 55 sungai melampaui batas.

>>> Courtois: Spanyol Lebih Diunggulkan daripada Belgia di Piala Dunia 2026

Selasa sore, 62 sungai di seluruh negeri melampaui level peringatan banjir, dengan Sungai Qingshui di Guangxi mencatat rekor banjir terparah sepanjang sejarah pemantauan.

Di Guangdong, peringatan merah banjir pertama musim ini dikeluarkan untuk beberapa wilayah.

Topan Maysak, topan pertama di China tahun ini, menjadi pemicu utama kerusakan di wilayah selatan. Topan ini menewaskan sejumlah orang di Guangxi dan memaksa 130.000 orang mengungsi.

Sebuah bendungan waduk jebol di ibu kota regional Nanning. Rekaman video memperlihatkan derasnya aliran air berlumpur menerjang dinding beton yang hancur.

Secara terpisah, badai petir dan angin kencang menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 330 lainnya di Hubei tengah.

Presiden China Xi Jinping memerintahkan upaya penyelamatan dan pemberian bantuan secara habis-habisan, termasuk perawatan medis bagi korban luka dan permukiman kembali bagi warga yang mengungsi.

Musim banjir di China resmi dimulai 1 Juli.

>>> Samsung Pastikan Galaxy Z Fold8 Gunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy

Ahli meteorologi memperingatkan bahwa negara tersebut menghadapi tantangan pencegahan bencana yang kompleks tahun ini akibat pemanasan global dan El Nino.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM