Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan keinginannya agar Greenland berada di bawah kendali Amerika Serikat, bukan Denmark.
Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Denmark yang dinilai tidak cukup berkontribusi dalam membantu Greenland, padahal wilayah tersebut dianggap penting bagi AS.
>>> Junior International Grand Prix: Wakil Jaya Raya Jaga Asa Juara di Final
Potensi Sumber Daya Alam Greenland
Greenland dipercaya memiliki cadangan minyak dan gas alam yang melimpah.
Pulau ini juga menyimpan sebagian besar bahan baku krusial untuk industri elektronik, energi hijau, teknologi strategis, dan militer.
Menurut Survei Geologi Denmark dan Greenland tahun 2023, sebanyak 25 dari 34 mineral penting yang diidentifikasi oleh Komisi Eropa ditemukan di Greenland, termasuk grafit, niobium, dan titanium.
Meskipun demikian, Trump mengklaim bahwa tujuan utamanya mengambil alih Greenland adalah untuk keamanan, bukan semata-mata untuk sumber daya alamnya.
>>> Norwegia vs Inggris Imbang 1-1 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Namun, akses terhadap sumber daya alam pulau tersebut tetap menjadi perhatian utama pemerintahan AS.
Profesor hubungan internasional Steven Lamy berpendapat ketertarikan Trump pada Greenland lebih kepada penguasaan sumber daya dan upaya menghalangi akses Tiongkok.
AS sendiri telah mempererat hubungan dengan Greenland, termasuk membuka kembali konsulatnya di Nuuk pada tahun 2020, sebagai respons terhadap peningkatan kehadiran militer Rusia dan Tiongkok di Arktik.
Para sekutu Trump juga telah membahas potensi komersial Greenland, terutama dengan adanya perubahan iklim yang membuka jalur laut baru dan peluang eksplorasi sumber daya.
>>> Qarrar Firhand Ukir Sejarah, Juara WSK Euro Series 2026 Kategori OK
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyebutkan bahwa Greenland penting untuk jalur pelayaran, energi, perikanan, serta misi keamanan AS dalam memantau ruang angkasa dan musuh.

