Jauh sebelum manusia mengenal huruf atau aksara, nenek moyang kita diduga telah memiliki sistem komunikasi menggunakan simbol-simbol sederhana.
Para peneliti menemukan 32 simbol yang sama berulang kali di ratusan gua prasejarah di Eropa yang digunakan selama puluhan ribu tahun.
>>> Pedro Porro Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Prancis Tersingkir
Temuan ini dipelopori paleoantropolog Genevieve von Petzinger, yang mendokumentasikan simbol-simbol geometris dari lebih dari 350 situs gua prasejarah di Eropa.
Setelah menggabungkan data penelitian dan survei lapangan di Spanyol, Prancis, hingga Sisilia, ia menemukan bahwa hanya ada 32 simbol abstrak yang terus digunakan antara 40.000 hingga 10.000 tahun lalu.
Simbol-simbol tersebut meliputi garis, segitiga, lingkaran, spiral, zigzag, tanda silang, bentuk bintang, hingga cap tangan dan pola menyerupai bulu.
Bentuk-bentuk itu tetap konsisten meski dibuat di lokasi yang berjauhan hingga ribuan kilometer dan dipisahkan oleh rentang waktu puluhan ribu tahun.
Von Petzinger menilai kecil kemungkinan simbol-simbol tersebut hanyalah hiasan atau coretan acak.
"Jika ini hanya coretan atau dekorasi acak, kita seharusnya melihat variasi yang jauh lebih besar.
Namun yang justru kami temukan adalah simbol-simbol yang sama terus muncul, berulang di berbagai tempat dan lintas waktu," kata Genevieve von Petzinger.
Ia juga menemukan sekitar 65% dari simbol tersebut terus digunakan selama hampir 30.000 tahun.
Beberapa simbol sempat populer lalu menghilang, sementara simbol lain muncul belakangan, namun mayoritas tetap digunakan sepanjang periode tersebut.
>>> Prancis Tersingkir, Kylian Mbappe Gagal Bersinar Lawan Spanyol
Menurutnya, konsistensi tersebut menunjukkan simbol-simbol itu memiliki makna yang dipahami bersama oleh masyarakat prasejarah.
Meski demikian, para ilmuwan belum menyebutnya sebagai sistem tulisan karena jumlah simbol yang hanya 32 belum cukup untuk mewakili seluruh kosakata sebuah bahasa.
