Sebuah model kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan menggunakan Claude memprediksi Spanyol akan menjadi juara Piala Dunia 2026. Prediksi ini dihasilkan setelah melakukan simulasi pertandingan sebanyak 50.000 kali.
Divyesh Vekariya, seorang senior iOS engineer dan tech enthusiast, menjelaskan proses di balik prediksi tersebut.
>>> Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Indonesia
Ia meminta Claude untuk membuat sistem peringkat tim yang dinamis, disesuaikan dengan data historis pertandingan dan diuji terhadap tiga Piala Dunia terakhir.
Model ini kemudian menjalankan simulasi Monte Carlo hingga akhir babak penyisihan grup dan seluruh babak gugur untuk 32 tim.
Vekariya mengumpulkan data dari lebih dari 49.000 pertandingan internasional resmi sepak bola putra sejak tahun 1872, termasuk Piala Dunia, kualifikasi, kejuaraan kontinental, dan pertandingan persahabatan.
Setiap pertandingan digunakan untuk memperbarui peringkat tim berdasarkan seberapa mengejutkan hasilnya, selisih kemenangan, dan tingkat kepentingan pertandingan.
Hasil analisis menunjukkan Spanyol dan Argentina berada di peringkat teratas, diikuti oleh Prancis, Inggris, Portugal, dan Jerman.
>>> CdM Pastikan Atlet RI Nyaman Menginap di Kapal Pesiar Asian Games 2026
Validasi Model dan Hasil Simulasi
Model ini memprediksi hasil pertandingan dengan akurasi yang bervariasi di tiga Piala Dunia sebelumnya: 62,5% pada 2014, 54,7% pada 2018, dan 46,9% pada 2022.
Dari 50.000 turnamen simulasi, Spanyol keluar sebagai pemenang di sekitar 1 dari 3,4 turnamen. Argentina menempati posisi kedua, diikuti oleh Prancis.
Final yang paling sering terjadi dalam simulasi adalah antara Spanyol dan Argentina, muncul di sekitar 1 dari setiap 11 simulasi.
Vekariya mencatat bahwa model AI ini lebih menghargai kedalaman dan konsistensi tim daripada sekadar kekuatan bintang individu.
>>> Google Tawarkan Solusi Kendalikan Biaya Token AI bagi Perusahaan
Meskipun Spanyol diprediksi sebagai juara, Vekariya mengingatkan bahwa tim favorit tidak selalu memenangkan Piala Dunia, merujuk pada tren tiga turnamen terakhir.

