⌂ Beranda News Intel Siapkan Chip 18A untuk Luar Angkasa, Otaki AI Satelit Lewat Starfire

Intel Siapkan Chip 18A untuk Luar Angkasa, Otaki AI Satelit Lewat Starfire

Intel Siapkan Chip 18A untuk Luar Angkasa, Otaki AI Satelit Lewat Starfire
Ilustrasi: Intel Siapkan Chip 18A untuk Luar Angkasa, Otaki AI Satelit Lewat Starfire
A A Ukuran Teks16px

Intel bersiap membawa teknologi fabrikasi 18A ke luar angkasa. Perusahaan memperkenalkan dua chip Starfire yang dirancang untuk pemrosesan AI di lingkungan ekstrem.

System-on-Chip (SoC) ini hadir dalam dua varian: satu untuk aplikasi berdaya rendah, satu lagi untuk performa tinggi.

>>> Liverpool Ogah Lepas Cody Gakpo Meski Diminati Tottenham

Intel menargetkan pengiriman sampel pada kuartal ketiga tahun ini.

Kedua varian Starfire mengusung CPU eight-core dengan proses fabrikasi 18A. Arsitekturnya menggabungkan empat inti performa (P-cores) dan empat inti efisiensi (E-cores).

Varian berdaya rendah (10W TDP) mengutamakan efisiensi daya.

Inti performa berjalan pada 1,0 GHz, inti efisiensi pada 850 MHz, dengan konsumsi daya di bawah 10 Watt.

Varian performa (35W TDP) ditujukan untuk sistem dengan konsumsi daya lebih besar. Inti performa dipacu hingga 3,1 GHz, inti efisiensi mencapai 2,1 GHz.

Kedua versi dilengkapi graphics tile berbasis fabrikasi Intel 3. GPU memuat empat core Xe dengan total 64 Execution Units (EU).

Pada model hemat daya, GPU beroperasi antara 800 MHz hingga 1,0 GHz.

Pada model performa tinggi, kecepatannya mencapai 2,0 GHz untuk beban kerja grafis dan komputasi berat di orbit.

Bawa Kecerdasan Buatan (NPU) ke Orbit

Keunggulan utama Starfire adalah Neural Processing Unit (NPU) terdedikasi untuk tugas AI.

>>> Pemenang Piala Dunia 2026 Akan Dapatkan Cincin Juara ala NBA

Varian hemat daya mampu menghasilkan performa AI hingga 45 TOPS (INT8), sedangkan versi performa tinggi menembus 75 TOPS.

Kombinasi CPU, GPU, dan NPU dalam satu chip kelas antariksa memungkinkan satelit dan pesawat luar angkasa memproses data serta menjalankan AI secara lokal (onboard).

Dengan kemampuan ini, pesawat antariksa dapat mengambil keputusan atau menyaring data secara real-time tanpa harus bergantung pada transfer data ke pusat komputasi di Bumi yang memakan waktu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM