Presiden LaLiga, Javier Tebas, melontarkan kritik tajam terhadap FIFA terkait rencana penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim.
Menurutnya, langkah tersebut justru menghancurkan industri sepakbola.
>>> Scaloni Tetap Latih Argentina Hingga Desember, Masa Depan Masih Misteri
Piala Dunia 2026 baru saja berakhir dengan Spanyol sebagai juara. Turnamen edisi itu diikuti 48 tim, meningkat dari 32 tim pada edisi sebelumnya.
Kini FIFA dikabarkan akan kembali menambah peserta menjadi 64 negara pada 2030.
Piala Dunia 2030 akan digelar dengan format unik.
Maroko, Portugal, dan Spanyol menjadi tuan rumah utama, sementara laga pembuka juga dimainkan di Argentina, Paraguay, dan Uruguay untuk merayakan 100 tahun turnamen.
Tebas menilai FIFA hanya terobsesi dengan Piala Dunia tanpa memikirkan dampak pada kompetisi domestik dan kondisi pemain.
>>> Lamine Yamal Incar Satu Trofi yang Belum Pernah Diraihnya
Ia menegaskan bahwa industri sepakbola tidak hanya bergantung pada ajang empat tahunan tersebut.
"Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia. Tidak semuanya bisa berputar di sekitar Piala Dunia.
Kompetisi nasional yang mendukung olahraga ini," ujar Tebas seperti dikutip dari Guardian.
Ia menambahkan, "Mereka menghancurkan industri sepak bola, yang menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja, untuk sebuah ajang yang berlangsung selama 40 hari dan melibatkan minoritas pemain.
Kita membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan lebih banyak perlindungan untuk sepakbola nasional."
>>> Emiliano Martinez Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Argentina
Tebas menekankan bahwa keputusan FIFA tidak bertanggung jawab. Ia meminta FIFA lebih memikirkan keseimbangan antara turnamen internasional dan kompetisi domestik yang menjadi tulang punggung sepakbola.

