Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik di perairan Selat Sunda sejak Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.
Aktivitas tersebut memunculkan pancaran lava pijar dari kawah yang disertai suara dentuman hingga terdengar sampai ke Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran, Banten.
Sejarah Kelahiran Anak Krakatau dari Kaldera 1883
Kawasan vulkanik ini memiliki sejarah panjang yang bermula dari letusan besar pada tahun 1883 hingga menghancurkan sebagian besar tubuh gunung sebelumnya.
Beberapa dekade kemudian, aktivitas bawah laut mulai tercatat pada akhir 1927 hingga akhirnya sebuah gunung baru muncul ke permukaan pada tahun 1929.
Material vulkanik berupa lava dan abu yang keluar secara berkala terus menumpuk dan membangun tubuh gunung hingga saat ini.
Dinamika Perubahan Bentuk dan Status Siaga
Badan Geologi mencatat peningkatan emisi gas SO2 dan anomali panas sejak Juni 2026 sebelum status gunung dinaikkan menjadi Level III atau Siaga.
Selain bertambah tinggi, bentuk gunung ini juga dapat berubah sewaktu-waktu seperti insiden longsoran material ke laut pada tahun 2018.