⌂ Beranda News AI Tak Akan Gantikan Developer, Skill Gap yang Lebih Berbahaya

AI Tak Akan Gantikan Developer, Skill Gap yang Lebih Berbahaya

AI Tak Akan Gantikan Developer, Skill Gap yang Lebih Berbahaya
Ilustrasi: AI Tak Akan Gantikan Developer, Skill Gap yang Lebih Berbahaya
A A Ukuran Teks16px

>>> Chiesa Bahagia di Liverpool, Ingin Buktikan Diri ke Iraola

"Jangan percaya AI 100%. AI bisa bias, salah, dan halusinasi.

Karena itu walaupun kita bekerja menggunakan AI, kita tetap harus belajar dan memahami apa yang dikerjakan AI.

Hasilnya perlu dikoreksi, diuji, atau dibandingkan dengan AI lain jika perlu," jelasnya.

Menurutnya, AI memang mampu mempercepat pekerjaan, tetapi tanggung jawab atas kualitas hasil akhirnya tetap berada di tangan developer.

AI adalah Partner Belajar

Di era AI coding agent, kemampuan teknis seperti menulis kode bukan lagi satu-satunya faktor pembeda.

Naufaldi menilai developer tetap harus memiliki judgment, kemampuan melakukan debugging, serta keterampilan meninjau hasil kerja AI.

Ia menegaskan bahwa developer yang kuat bukanlah mereka yang menerima semua jawaban AI tanpa berpikir, melainkan mereka yang mampu mengarahkan AI, memvalidasi hasilnya, dan memperbaiki jika ditemukan kesalahan.

Selain itu, kemampuan memberikan instruksi atau prompt yang tepat juga semakin penting. Dengan arahan yang jelas, AI dapat menghasilkan solusi yang lebih relevan dan efisien.

Naufaldi juga melihat AI coding agent sebagai sarana belajar yang efektif, terutama bagi developer pemula. Namun, ia mengingatkan agar AI tidak dijadikan sumber jawaban mutlak.

>>> Tottenham Belum Puas Belanja, De Zerbi Incar Pemain Bintang Baru

"Menurut saya, developer yang kuat di era AI bukan yang paling cepat menerima jawaban AI, tapi yang paling baik dalam mengarahkan, memvalidasi, dan memperbaiki hasilnya," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM