Fenomena Super El Nino pada 2026 diprediksi akan semakin menguat dalam beberapa pekan ke depan.
Pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Erma Yulihastin, menyatakan El Nino tahun ini berkembang jauh lebih cepat dibandingkan peristiwa serupa pada 2023.
>>> Federico Chiesa: Liverpool Tak Boleh Lagi Bergantung Keberuntungan
Erma menyebut El Nino 2026 diprediksi mencapai kategori Super El Nino pada Agustus 2026.
Hal ini didukung oleh sorotan dari lembaga cuaca ekstrem Eropa mengenai potensi Super El Nino dan perubahan sirkulasi atmosfer yang ditimbulkannya.
Intensitas El Nino Meningkat Pesat
Menurut Erma, intensitas El Nino terus meningkat.
Hingga pembaruan 19 Juli 2026, indeks El Nino telah mencapai 1,74 derajat Celsius, menandakan status El Nino kuat dan melampaui puncak El Nino 2023.
Nilai ini lebih tinggi dibandingkan puncak El Nino 2023.
"Sudah dapat dipastikan El Nino 2026 akan jauh lebih kuat dibandingkan 2023, begitu pula dampak yang ditimbulkannya," jelasnya.
Penguatan El Nino ini akan memicu pembentukan badai tropis yang lebih sering dan intens di Samudra Pasifik.
Satelit Himawari telah mendeteksi lima sistem badai di kawasan tersebut, dua di antaranya berkembang menjadi siklon tropis.
Badai-badai tersebut berpotensi memicu banjir di kawasan Amerika, Filipina, hingga negara-negara lintang menengah belahan bumi utara. Sebaliknya, Indonesia diperkirakan mengalami kondisi berlawanan.
Indonesia akan menjadi wilayah bayangan hujan (rain shadow) dari Samudra Pasifik, sehingga akan dilanda kekeringan yang semakin meluas dari hari ke hari.
Berdasarkan data dari Bureau of Meteorology (BOM) Australia dan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC), El Nino diproyeksikan terus menguat hingga mencapai kategori Super El Nino pada Agustus 2026.
>>> Bruno Tubarao, Eks Persija, Bertemu Neymar di Liga Brasil
