⌂ Beranda News Inovasi BRIN di IISE 2026: Dari Rumah Tahan Gempa hingga Pesawat Tanpa Awak
News

Inovasi BRIN di IISE 2026: Dari Rumah Tahan Gempa hingga Pesawat Tanpa Awak

Pameran inovasi riset dan teknologi di Indonesia
Inovasi BRIN di IISE 2026: Dari Rumah Tahan Gempa hingga Pesawat Tanpa Awak
A A Ukuran Teks16px

Badan Riset dan Inovasi Nasional menampilkan berbagai temuan penting dalam ajang Indonesia Innovation Summit & Expo 2026.

Beragam inovasi dipamerkan kepada publik, mencakup sektor teknologi dirgantara, material, hingga kesehatan.

Salah satu temuan yang mencuri perhatian adalah pesawat udara tanpa awak bernama Alap-alap.

Pesawat ini dimanfaatkan untuk pemetaan wilayah, pemantauan bencana, serta mendukung operasi modifikasi cuaca secara adaptif.

Robertus Heru Triharjanto selaku Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa menjelaskan bahwa riset Alap-alap dikerjakan bersama ilmuwan lintas bidang.

Bidang ilmu tersebut meliputi teknik dirgantara, teknik mesin, hingga teknik elektro.

Selain pesawat tanpa awak, dipamerkan pula kapal multifungsi bernama Multi-Purpose Decommissioning and Salvage Vessel.

Kapal tersebut dirancang dengan menggabungkan tiga fungsi sekaligus untuk menggantikan peran tugboat, barge, dan crane.

Ajang ini turut memperkenalkan MIESHappy yang berfungsi mengukur kebahagiaan multimodal melalui analisis ekspresi wajah pengunjung.

Di bidang material, terdapat pengolahan batu bara nasional menjadi artificial graphite untuk anoda baterai lithium-ion.

Ada pula pemanfaatan nikel laterit untuk memproduksi komponen baterai silinder.

Inovasi rumah modular tahan gempa juga diperkenalkan dengan sistem sambungan interlock dan material ringan terstandar.

Bahan pengisi bernilai tambah dari tandan kosong kelapa sawit turut diolah menjadi microcrystaline cellulose untuk pangan dan kosmetik.

Sektor kesehatan menampilkan vaksin inaktif untuk hewan ternak seperti unggas dan sapi.

Pemeriksaan kesehatan juga dilengkapi dengan adanya resistance detection kit untuk penyakit tuberkulosis.

Terakhir, riset logam tanah jarang berhasil memproduksi lima unsur penting dari total tujuh belas unsur yang ada.

BRIN saat ini bekerja sama dengan PT Perminas dan BIM untuk mempersiapkan teknologi tersebut di Mamuju dan Bangka.

📰 Update Terbaru