Insinyur dari Northwestern University berhasil menciptakan sebuah drone yang hampir tidak terlihat oleh mata manusia. Teknologi ini memanfaatkan gerakan baling-baling yang sangat cepat.
Drone ini memiliki rangka kawat sederhana dan satu baling-baling yang mampu berputar hingga 25 kali per detik.
>>> Jadwal Lengkap Knockout Stage MSC 2026: Onic vs Aurora, Vitality vs Falcons PH
Kecepatan putaran ini membuat objek tampak buram dan menyatu dengan latar belakang.
Emma Alexander, asisten profesor ilmu komputer di McCormick School of Engineering, menjelaskan bahwa mata manusia membutuhkan waktu untuk memproses sinyal visual.
Ketika objek bergerak sangat cepat, persepsi menjadi kabur dan fitur jelasnya hilang.
Karena drone ini sebagian besar transparan, komponen buramnya secara visual rata-rata dengan latar belakang, sehingga tampak seperti kabut tipis.
Desain Berbasis Kecerdasan Buatan
Desain drone ini merupakan hasil karya kecerdasan buatan (AI). Tim peneliti menggunakan simulasi komputer yang meniru proses seleksi alam untuk menyaring ribuan konfigurasi drone.
Algoritma optimasi berbasis AI berulang kali mengatur ulang komponen seperti motor, baling-baling, papan sirkuit, penyeimbang, dan baterai untuk menemukan tata letak terbaik.
>>> Jadwal Piala AFF Hari Ini: Indonesia vs Kamboja dan Singapura vs Timor Leste
Kandidat desain kemudian disimulasikan dalam model penglihatan manusia untuk menguji tingkat visibilitasnya sebelum direalisasikan di dunia nyata.
Michael Rubenstein, Profesor Madya Ilmu Komputer dan Teknik Mesin yang memimpin proyek ini, menyatakan bahwa pendekatan mereka berbeda dari upaya penyembunyian drone konvensional.
Alih-alih membuatnya menyatu dengan lingkungan, mereka mendesain drone berdasarkan cara manusia mempersepsikan gerakan cepat.
Para peneliti mengusulkan drone ini dapat dimanfaatkan untuk pemantauan satwa liar, survei lingkungan, dan pemeriksaan infrastruktur dengan gangguan visual minimal.
Namun, teknologi ini juga berpotensi digunakan untuk pengawasan rahasia atau keperluan militer, meskipun bukan fokus utama para peneliti.
>>> Chelsea Bidik Bek Kiri Real Madrid, Alvaro Carreras, Gantikan Cucurella
Proyek ini dipresentasikan pada konferensi Robotics: Science and Systems 2026 di Sydney, Australia, pada 16 Juli lalu.

