Keputusan Sony untuk meninggalkan cakram fisik pada konsol PlayStation pada 2028 menuai pro dan kontra. Namun, CEO Ubisoft Yves Guillemot justru memuji langkah tersebut.
Guillemot menyampaikan pandangannya dalam pertemuan triwulanan dengan investor Ubisoft. Ia menilai dampak jangka panjangnya tidak seburuk yang dikhawatirkan banyak pihak.
>>> Piala AFF 2026: Lawan Vietnam, Singapura Fokus ke Diri Sendiri
Alih-alih khawatir, Guillemot mencontohkan pasar game PC yang telah sukses beralih ke digital. Platform seperti Steam, Epic Games Store, dan GOG membuktikan ekosistem digital tetap bisa berkembang.
"Apa yang kami lihat pada PC adalah bahwa hal itu membantu pertumbuhan pasar.
Ada juga tekanan untuk masa depan terkait biaya mesin, dan kemampuan untuk sepenuhnya digital akan membantu membuat mesin lebih mudah diakses," ujar Guillemot, dilansir Dexerto, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan bahwa pergeseran ke digital diimbangi dengan pertumbuhan signifikan di pasar PC. Hal yang sama diperkirakan akan terjadi pada PlayStation.
>>> Dony Tri Jadi Salah Satu dari Lima Pemain Terbaik Versi John Herdman
Saat Xbox dan PlayStation lesu, Steam justru mencatatkan hasil tertinggi sepanjang sejarah pada paruh pertama 2026.
Platform tersebut menghasilkan pendapatan USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 19,9 triliun.
Meski demikian, keputusan Sony tidak sepenuhnya diterima positif. Banyak gamer khawatir kehilangan kemampuan membeli, menjual, dan mengoleksi game fisik.
Sebagian bahkan mulai membuat petisi.
>>> Kinerja Moncer Jadi Modal Indosat Percepat Investasi AI dan 5G
Guillemot tetap optimistis. Menurutnya, ada untung dan rugi, tetapi transisi digital tidak akan terlalu mengganggu industri game secara keseluruhan.

