UEFA melontarkan kecaman keras terhadap wacana yang beredar mengenai kemungkinan FIFA menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Laporan dari The Times menyebutkan Presiden FIFA Gianni Infantino tengah menyiapkan proposal untuk membentuk sebuah perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).
>>> Daftar Kemenangan Terbesar Timnas Indonesia di Piala AFF
Perusahaan ini rencananya akan mengelola kompetisi-kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
Meskipun FIFA akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas, sebagian saham FFE akan dijual kepada investor swasta dengan nilai ditaksir mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp362 triliun.
Pelanggaran Batas Regulasi Sepak Bola
UEFA menilai pembentukan perusahaan swasta yang mengatur turnamen internasional merupakan tindakan yang melanggar batas fundamental organisasi pengatur sepak bola.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan bahwa hal ini melanggar batasan yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola.
>>> Mitchell Baker Bersaing di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
Otoritas sepak bola Eropa tersebut menyatakan bahwa wacana ini ditanggapi dengan sangat serius oleh UEFA, seluruh Asosiasi Sepakbola Nasional, serta para pemangku kepentingan lainnya seperti liga, klub, pemain, pendukung, dan pemerintah.
UEFA menekankan bahwa 'jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan', terutama tanpa transparansi mengenai siapa yang akan diuntungkan secara finansial.
Mereka menegaskan bahwa tidak ada pihak yang memiliki sepak bola, dan FIFA tidak berhak menjualnya.
>>> Malaysia Bungkam Laos 4-0 di Piala AFF 2026
Piala Dunia sendiri merupakan sumber keuntungan yang signifikan bagi FIFA, dengan turnamen 2026 diprediksi menghasilkan keuntungan 15 miliar dolar AS.

