Italia gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun. Ini menjadi aib besar bagi negara dengan empat gelar juara dunia tersebut.
Claudio Ranieri ditunjuk sebagai Direktur Teknik untuk membenahi sistem. Ia akan bertanggung jawab atas semua level timnas dan akademi di Italia.
>>> Soundcore AeroClip Resmi Hadir di Indonesia, Earbuds Open-Ear dengan Sertifikasi Hi-Res Audio
Ranieri menekankan pentingnya kembali fokus ke anak-anak. Ia prihatin dengan biaya masuk sekolah sepakbola yang terlalu mahal.
"Saya ada di Cagliari dan seseorang bilang anak-anak menghabiskan terlalu banyak uang untuk masuk ke sekolah-sekolah sepakbola, terlalu banyak keluarga yang tak mampu membayarnya.
Ini tak boleh terjadi," kata Ranieri dikutip Football Italia.
Menurut Ranieri, anak-anak kini tertarik pada banyak olahraga dan permainan lain. Italia harus membuat mereka kembali jatuh cinta dengan sepakbola.
Ia juga menyoroti masalah transisi talenta muda ke level senior. Italia sering tampil baik di level U-21, tetapi gagal melanjutkan ke tim utama.
"Sebulan lalu saya juga ada di sebuah acara dan menyoroti bahwa Italia tampil sangat baik di level muda.
>>> Gunungan Baju Bekas di Gurun Atacama Terlihat dari Luar Angkasa
Kami memenangi trofi-trofi, mencapai final-final. Di langkah terakhir mulai dari U-21 ke tahap berikutnyalah kita kesulitan," sambung pria 74 tahun itu.
Ranieri menilai Italia terlalu fokus pada taktik sejak usia dini. Sementara di luar negeri, taktik tidak serumit di Italia.
"Kami harus mengembangkan taktik dan teknik individu di akademi-akademi, bagaimana mengontrol bola, pergerakan, bagaimana mengumpan silang, bagaimana menembak.
Kami harus mengajari anak-anak bagaimana menguasai bola," tegasnya.
Sebelum Ranieri ditunjuk, Italia sempat diwarnai drama. Andrea Pirlo batal menjadi pelatih karena terkait perusahaan judi asal Rusia, Fonbet.
>>> Toprak Razgatlioglu Akui Sering Lupa Masih Rookie di MotoGP
Leonardo Araujo dan Paolo Maldini juga meninggalkan posisi mereka.
