FIFA angkat bicara soal wacana penjualan saham Piala Dunia. Mereka menegaskan bahwa sepakbola tidak dijual.
Presiden FIFA Gianni Infantino berencana menjual saham Piala Dunia melalui perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).
>>> Jadwal Mobile Legends MSC 2026: Onic Hadapi Team Spirit di Semifinal
Investor swasta bisa ikut serta, dengan pengawasan FIFA dan perusahaan AS, Thrive Eternal, sebagai pemimpin kelompok investor.
Negara anggota FIFA nantinya bisa membeli saham minoritas dan memperoleh pemasukan tambahan dari pendanaan FIFA.
Kabar ini pertama kali diberitakan The Times, kemudian diulas media internasional seperti BBC dan Sky Sports.
FFE dinilai berpotensi menjadi polemik karena terus mengkomersialkan sepakbola.
Rencananya, FFE akan membuka pintu lebar bagi negara anggota dan investor swasta terkait hak siar hingga penjualan tiket.
FIFA memberikan klarifikasi tanpa menyinggung kabar penjualan saham Piala Dunia. Isu ini telah membuat asosiasi dari berbagai benua meradang, termasuk UEFA yang siap memboikot ajang tersebut.
>>> Linknet Satukan Akun Digital di @linknet.co untuk Komunikasi Terintegrasi
Dalam keterangannya, FIFA menjelaskan bahwa penetapan FFE harus melalui voting dari 211 negara anggota.
Wacana ini membutuhkan 50 persen suara atau 106 negara anggota yang setuju. Namun, sudah 96 anggota dari UEFA dan CONMEBOL yang menolak.
Keputusan akan diambil pada 19 September mendatang. Akankah FFE jadi dibuat atau tidak.
FIFA menekankan bahwa sepakbola tidak dijual.
Nilai komersial yang didapat nantinya akan kembali ke tiap negara anggota, dengan angka 40 juta USD untuk program FIFA Forward.
"FFE diusulkan semata-mata untuk memastikan bahwa semua Asosiasi Anggota FIFA (MA) memiliki kesempatan untuk mengambil kepemilikan yang berarti atas peluang komersial sepakbola di negara masing-masing, dan bahwa hal ini tidak mengorbankan semangat atau tata kelola FIFA atau sepakbola itu sendiri," tulis FIFA.
>>> Casemiro Tolak Tawaran Serie A demi Bermain dengan Lionel Messi di Inter Miami
"Tidak ada yang menjual sepakbola. Ini bukanlah sesuatu yang akan pernah dipertimbangkan FIFA," tegasnya.
