⌂ Beranda News Bos Pramac Sebut MotoGP Tak Mungkin Tiru Model Bisnis F1

Bos Pramac Sebut MotoGP Tak Mungkin Tiru Model Bisnis F1

Bos Pramac Sebut MotoGP Tak Mungkin Tiru Model Bisnis F1
Ilustrasi: Bos Pramac Sebut MotoGP Tak Mungkin Tiru Model Bisnis F1
A A Ukuran Teks16px

Bos Pramac Yamaha, Paolo Campinoti, menilai MotoGP tidak bisa meniru sepenuhnya kesuksesan Formula 1 dalam mengembangkan bisnis olahraga.

Menurutnya, ada satu aspek yang mustahil direplikasi oleh MotoGP.

>>> Pochettino Teken Kontrak Baru, Latih Timnas AS sampai 2030

Dalam beberapa tahun terakhir, Formula 1 berkembang pesat bukan hanya sebagai ajang balap terbesar di dunia, tetapi juga menjadi salah satu olahraga dengan nilai komersial tertinggi.

Hal itu didorong oleh keberhasilannya menarik penonton yang lebih muda, lebih beragam, sekaligus menciptakan pengalaman premium bagi para penggemar.

Campinoti mengakui Formula 1 kini memiliki karakter penonton yang berbeda dengan MotoGP.

"Formula 1 saat ini memiliki penonton yang berbeda dengan kami," kata Campinoti dalam podcast Mig Babol milik Andrea Migno, seperti dikutip GPOne.

"F1 sudah bergeser sepenuhnya ke segmen premium, sehingga masih ada banyak ruang bagi kami untuk menempatkan MotoGP pada posisi yang lebih baik."

Meski demikian, Campinoti menilai MotoGP tidak realistis jika ingin mengikuti Formula 1 hingga ke level yang sama.

Di F1, tiket Paddock Club bisa dijual lebih dari 15 ribu euro atau sekitar Rp 284 juta (dengan kurs sekitar Rp 18.900 per euro).

"Itu bukan langkah yang tepat, dan mustahil mencapai level seperti itu. Tetapi kami tentu bisa bergerak sedikit ke arah sana," ujarnya.

>>> Kongres PSSI Putuskan Pemilihan Ketua Umum Digelar Juli 2027

MotoGP Diminta Fokus Tambah Pendapatan

Campinoti juga menyoroti strategi MotoGP dalam beberapa tahun terakhir yang lebih banyak berfokus pada efisiensi biaya.

Berbagai kebijakan telah diterapkan, seperti penggunaan satu pemasok ban, sistem elektronik standar, pengurangan sesi latihan, hingga pemangkasan jadwal di kelas Moto2 dan Moto3.

Namun, menurutnya, pendekatan tersebut tidak akan membawa perubahan besar. "Untuk meningkatkan pendapatan, kami perlu melakukan sesuatu yang sedikit lebih...

sulit dijelaskan, tetapi lebih menarik," katanya.

"Kalau kita terus bicara menghemat 100 euro untuk biaya transportasi, silakan saja. Memang ada penghematan.

Tetapi perubahan yang sesungguhnya datang dari peningkatan pendapatan, bukan dari memangkas biaya."

Pernyataan Campinoti muncul ketika MotoGP memasuki tahun pertama di bawah kepemilikan Liberty Media, perusahaan yang juga memiliki Formula 1.

Di bawah Liberty Media, Formula 1 sukses memperluas pasar global dan meningkatkan nilai komersialnya secara signifikan.

>>> Indonesia Kesulitan Tembus Pertahanan Vietnam di Piala AFF 2026

Di sisi lain, Campinoti menilai MotoGP tetap harus mencari jalannya sendiri, bukan sekadar meniru model bisnis F1.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM