⌂ Beranda News Krisis Limbah Beracun Mengintai Dibalik Ekspansi Data Center AI
News

Krisis Limbah Beracun Mengintai Dibalik Ekspansi Data Center AI

Ilustrasi fasilitas data center AI
Krisis Limbah Beracun Mengintai Dibalik Ekspansi Data Center AI
A A Ukuran Teks16px

Kehadiran data center AI kini menuai kritik tajam akibat volume limbah beracun yang dihasilkan.

Selain polusi udara dan air limbah, fasilitas ini memicu peningkatan gelombang bahan kimia abadi.

Zat buatan tersebut dikenal sebagai bahan yang tidak bisa terurai secara alami di lingkungan.

Laporan terbaru menunjukkan hampir semua produsen global PFAS berencana menggenjot kuota produksi.

Lonjakan produksi ini terjadi seiring dengan semakin masifnya pembangunan pusat data baru.

Permintaan pasar terhadap PFAS melonjak karena zat ini berperan besar dalam konstruksi.

Zat tersebut dipakai dalam sistem pendingin, chip AI, papan sirkuit, dan sistem pemadam kebakaran.

Bahkan, bahan kimia ini juga digunakan sebagai pelapis kabel untuk menghubungkan komponen.

Penggunaan komponen berserat PFAS di data center dinilai sangat mengkhawatirkan.

Fasilitas ini beroperasi nyaris tanpa henti kecuali untuk jeda pemeliharaan yang sangat jarang.

Kondisi tersebut membuat komponen di dalamnya mengalami kerusakan dalam waktu sangat cepat.

Pemilik data center harus terus membuang suku cadang lama dan menggantinya dengan yang baru.

Komponen lama yang dibuang begitu saja membuat PFAS berpotensi masuk ke rantai makanan.

Produk nabati dan hewani yang terkontaminasi dapat memicu masalah kesehatan saat dikonsumsi.

Para ahli mendesak pemerintah segera melakukan penghapusan cepat terhadap bahan kimia ini.

Selain PFAS, ledakan data center AI juga memicu insiden tumpahnya bahan bakar diesel.

Ribuan galon bahan bakar tumpah dari sebuah pusat data dan mengalir langsung ke anak sungai.

Bahaya dari pusat data terbukti meluas jauh melampaui batas wilayah lahan mereka.

📰 Update Terbaru