PSSI mencatatkan pendapatan fantastis sebesar Rp722 miliar. Mayoritas dana tersebut berasal dari sponsor, sementara bantuan pemerintah melalui APBN hanya Rp63 miliar.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap bantuan pemerintah. Hal ini disampaikan setelah Kongres PSSI di Jakarta pada Senin (3/8/2026).
"Kami di PSSI bekerja keras untuk mendapatkan pendanaan itu. Baik dari penjualan merchandise, sponsor, tiket pertandingan, hingga hak siar televisi.
Artinya, kami juga cukup mandiri sebagai organisasi olahraga," ujar Erick Thohir.
Pendapatan tersebut menjadikan PSSI sebagai federasi dengan pengumpulan dana terbesar di Indonesia.
Erick menambahkan, "Angka itu menunjukkan federasi kita menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dibandingkan federasi olahraga lainnya."
Perubahan Sikap PSSI
Sebelum era Erick Thohir, PSSI cenderung tertutup terhadap dana bantuan pemerintah. Organisasi saat itu memilih mandiri dengan dana yang dikumpulkan sendiri.
Erick ingin mengubah tradisi tersebut. Jika pemerintah dan PSSI memiliki tujuan yang sama untuk memajukan sepakbola, kolaborasi menjadi pilihan yang akan dilakukan.
"Jangan sampai ada persepsi bahwa kami tidak memerlukan dukungan pemerintah. Tadi juga Bapak Presiden menyampaikan mengenai dana dan fasilitas yang akan terus didukung.
Itu tentu sangat kami butuhkan," tuturnya.