Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membantah laporan yang menyebutkan Presiden Gianni Infantino tidak bisa menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Laporan tersebut, yang pertama kali diberitakan oleh New York Post, mengklaim bahwa Infantino telah mencoba menghubungi Trump sejak Jumat lalu namun tidak mendapatkan respons.
>>> Persiapan Memen Harianto untuk AXCR 2026: Fokus pada Performa Mobil
FIFA Tegaskan Tidak Ada Kontak
Menanggapi kabar tersebut, FIFA merilis pernyataan resmi kepada Reuters yang menegaskan bahwa Infantino tidak melakukan kontak apa pun.
"Presiden FIFA tidak pernah menelepon Presiden AS, maupun anggota kabinetnya, dalam beberapa hari terakhir. Itu murni fiksi," ujar FIFA dalam pernyataannya.
Kabar ini muncul setelah wacana Infantino untuk menjual saham Piala Dunia melalui proyek FIFA Forward Enterprise menuai kontroversi.
Proyek ini dikabarkan akan melibatkan perusahaan AS, Thrive Eternal, yang dimiliki oleh Joshua Kushner, saudara ipar dari Jared Kushner, menantu Donald Trump.
>>> Bernardo Silva: Tawaran Real Madrid Mustahil Ditolak
Rencana tersebut mendapat kecaman karena dinilai minim transparansi dan dialog, serta berpotensi memberikan keuntungan besar bagi anggota FIFA yang menyetujuinya.
Wacana penjualan saham Piala Dunia akhirnya batal setelah ditentang oleh beberapa konfederasi FIFA, termasuk AFC, UEFA, CONCACAF, dan CONMEBOL.
Tidak lama setelah pembatalan tersebut, Donald Trump secara terpisah membantah keterlibatannya dalam proyek penjualan saham Piala Dunia.
>>> Dua Srikandi Indonesia Siap Berlaga di Asia Cross Country Rally 2026
Selain isu ini, Infantino juga menghadapi tekanan untuk diganti dari jabatannya sebagai Presiden FIFA akibat kepemimpinannya yang dianggap 'ugal-ugalan'.

