Keberhasilan BISA Project menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang pelajar melanjutkan pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Salah satu penerima manfaat, Uji Sandi, mengaku sempat pesimistis dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya mengikuti bimbingan belajar.
Melalui program tersebut, ia memperoleh pendampingan akademik hingga akhirnya diterima di Program Studi Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB).
"Kita memang tidak bisa memilih terlahir dari latar belakang seperti apa, tetapi kita selalu bisa memilih untuk berhenti atau terus melangkah," kata Sandi.
Perluas Akses untuk Masyarakat
Tahun ini, BISA Project juga memperluas jangkauan program melalui BISA Future Fest 2026, yang untuk pertama kalinya dibuka bagi masyarakat umum.
Sebelumnya, berbagai sesi pengembangan diri hanya dapat diikuti peserta program.
Kegiatan yang berlangsung pada 24-27 Juli 2026 di Jakarta tersebut menghadirkan talkshow, workshop, dan sesi pengembangan diri bersama sejumlah tokoh, seperti Pandji Pragiwaksono, Andovi da Lopez, serta praktisi dan pegiat pendidikan.
Forum tersebut juga mempertemukan pemerintah, lembaga filantropi, dunia pendidikan, dan sektor swasta untuk membahas penguatan kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, menegaskan bahwa peningkatan akses pendidikan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
>>> Chelsea Dekati Pep Chavarria Sebagai Pengganti Marc Cucurella
"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan untuk mewujudkannya mutlak diperlukan kolaborasi dari banyak pihak," ungkapnya.
