Inilah fakta yang dilewatkan teori konspirasi. Centennial Bulb berlabel bola lampu 60 watt, tapi praktiknya hanya menyerap sekitar 4 watt.
>>> Klub Arab Saudi Mau Coba Bajak Mo Salah yang Lagi Menuju Liga Turki
Bahkan, cahayanya lebih redup dari bola lampu 4 watt standar karena efisiensinya yang sangat rendah dalam mengubah listrik menjadi cahaya.
Blogger elektronika Maurycy menyimpulkan penjelasan paling masuk akal sebenarnya sederhana. Seseorang di Shelby Electric tidak sengaja membuat bola lampu dengan resistansi filamen luar biasa tinggi.
Filamen resistansi tinggi menyerap arus listrik sangat kecil, menghasilkan panas sangat sedikit. Panas minim berarti penguapan filamen sangat minim.
Inilah yang membuat filamen tersebut bertahan 125 tahun.
Centennial Bulb tidak membuktikan bola lampu yang tahan lama bisa dibuat dengan kecerahan maksimal.
Lampu ini membuktikan bola lampu yang beroperasi pada sekitar 7% kapasitas daya resminya dapat bertahan hampir selamanya.
Teori keusangan terencana juga bertentangan dengan fakta linimasa sederhana.
Jika perusahaan listrik dan produsen lampu berkonspirasi agar masyarakat terus membeli lampu berumur pendek, mereka pada akhirnya justru meninggalkan strategi itu sepenuhnya.
Sebab, industri beralih dari bola lampu pijar ke lampu neon, lalu ke LED.
LED modern mampu bertahan 25.000 hingga 50.000 jam, dengan biaya pengoperasian jauh lebih murah dan harga jauh lebih terjangkau dibanding lampu pijar zaman dahulu.
Kartel Phoebus memang nyata, begitu pula penetapan harganya. Namun, Centennial Light sebenarnya tidak membuktikan klaim penganut teori konspirasi.
>>> Harga iPhone Terbaru Agustus 2026: iPhone 17 Pro Turun Harga
Lampu ini hanya membuktikan filamen yang beroperasi jauh di bawah suhu resmi sulit rusak.
