Turnamen berkuda Merdeka Master 2026 resmi digelar di Hub Indonesia, Cibubur, Bekasi, pada 6-16 Agustus. Ajang ini menjadi wadah pembibitan atlet sekaligus mengasah mental para peserta.
Diselenggarakan oleh Hub Indonesia, kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi).
>>> Man City Tolak Tawaran Barcelona untuk Rodri
Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan kompetisi berkuda berstandar nasional serta mendukung pembinaan atlet dan perkembangan olahraga berkuda di Indonesia.
Memasuki penyelenggaraan ketiga, Merdeka Master terus memperkuat posisinya sebagai kompetisi berkuda terbesar di Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah peserta, total hadiah, dan durasi acara.
Ajang ini mempertandingkan dua disiplin berkuda, yaitu show jumping dan dressage. Show jumping berlangsung pada 6-9 Agustus, dilanjutkan dressage pada 14-16 Agustus.
Pada cabang show jumping, diikuti 268 atlet dari berbagai daerah dengan total sekitar 1.250 entries. Sementara dressage diproyeksikan menghadirkan sekitar 400 entries.
Secara keseluruhan, ajang ini diperkirakan diikuti 1.650 entries, menjadikannya salah satu kompetisi berkuda terbesar yang pernah digelar di Indonesia.
Selain persaingan ketat, Merdeka Master 2026 menawarkan hadiah utama berupa satu unit mobil pada kelas Show Jumping 100 cm Open.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.
>>> Fiorentina Resmi Rekrut Franco Mastantuono dari Real Madrid
Ajang ini tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet dan pengembangan olahraga berkuda karena sudah masuk kalender resmi.
Diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi nasional dan memperkuat ekosistem equestrian Indonesia.
Hub Indonesia sebagai tuan rumah menyediakan arena dan fasilitas pendukung yang memenuhi standar kompetisi nasional untuk kedua disiplin.
Show Director Jupri Mardi mengatakan, ajang ini membuat atlet lebih percaya diri untuk bersaing. "Kalau di SEA Games kita sudah kompetitif.
Nanti tergantung federasi, mereka percaya diri gak menurunkan atlet-atlet muda di ajang internasional," ujarnya.
Ade Octaviani, dokter hewan berkuda berlisensi FEI, menambahkan bahwa berkuda adalah olahraga dua nyawa. "Kita tak bisa memaksakan semuanya berjalan mulus.
>>> Garudayaksa FC Jaring Talenta Muda Sepakbola di Batam
Prioritas adalah keselamatan atlet dan adaptasi standar kesejahteraan hewan," jelasnya.
