Legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, melihat potensi besar pada diri Putri Kusuma Wardani (Putri KW) untuk meraih medali di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.
Namun, Susy menekankan bahwa Putri KW masih perlu meningkatkan kematangan mental dan konsistensi dalam menghadapi lawan-lawan top dunia.
>>> Xabi Alonso Puas dengan Kiper Chelsea, Tak Ada Rencana Rekrut Baru
Kejuaraan Dunia yang akan digelar di New Delhi pada 17-23 Agustus mendatang merupakan salah satu ajang penting bagi para pebulutangkis.
Susy mengamati bahwa Putri KW saat ini berada dalam tren positif, sering menembus babak semifinal. Namun, proses ini perlu ditingkatkan lagi.
Fokus dan mental yang kuat sangat dibutuhkan agar Putri dapat bertahan di lapangan dan tidak mudah kehilangan poin sendiri.
Persaingan di sektor tunggal putri, khususnya di jajaran delapan besar, sangat merata. Hal ini membuat faktor non-teknis seperti gangguan dan kesalahan sendiri harus segera dibenahi.
Meskipun demikian, peraih medali emas Olimpiade 1992 ini optimistis Putri KW bisa menjadi tumpuan baru tunggal putri Indonesia.
Susy menilai Putri KW memiliki modal yang cukup, mulai dari postur tubuh yang baik, fisik yang bagus, hingga teknik yang semakin matang.
>>> Indonesia Bangun AI Factory 1 GW, Terbesar di Asia Tenggara
Disiplin dan fokus menjadi kunci utama yang sangat dibutuhkan oleh Putri KW untuk bersaing di level tertinggi.
Susy meyakini peluang untuk meraih medali tetap ada, meskipun harus bersaing dengan pemain-pemain kuat seperti An Se-young, Akane Yamaguchi, dan Wang Zhi Yi.
Target minimal bagi Putri KW adalah mencapai semifinal dan final, melihat dari prestasi terkininya yang konsisten menembus babak tersebut.
Susy berpesan agar Putri KW tidak cepat berpuas diri dan terus berusaha meningkatkan performanya hingga Olimpiade.
Pada Kejuaraan Dunia edisi sebelumnya, Putri KW berhasil meraih medali perunggu.
>>> Nay Sunda Raih Dua Emas, Harumkan Nama Jawa Barat di IMC 2026
Indonesia sendiri telah lama menanti gelar dari sektor tunggal putri, terakhir diraih oleh Susy Susanti 33 tahun lalu.
