James Dacombe, seorang pemuda yang memutuskan berhenti kuliah, kini menjadi miliarder setelah perusahaan rintisannya, Olix, mencapai valuasi 2,5 miliar pound sterling atau sekitar Rp 60 triliun.
Valuasi tersebut diraih dalam putaran pendanaan yang melipatgandakan nilai perusahaan hingga tiga kali lipat hanya dalam enam bulan.
>>> Erick Thohir Bocorkan Persija Vs Brisbane Roar di JIS Tanggal 29 Agustus
Olix meraup 232 juta pound sterling dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Fundomo, perusahaan asal New York.
Pendanaan ini juga didukung oleh Arm, perancang chip asal Inggris, salah satu pendiri Netflix Reed Hastings, serta Sovereign AI, sarana investasi kecerdasan buatan milik pemerintah Inggris.
Sebelum penggalangan dana, Dacombe memiliki 38,6% saham di Olix melalui perusahaan induknya, Bletchley Industries.
Berdasarkan valuasi terbaru, nilai kepemilikan sahamnya diperkirakan mencapai sekitar 946 juta pound sterling atau USD 1,27 miliar.
Persentase pasti kepemilikannya setelah putaran pendanaan ini belum diungkap.
Perjalanan Dacombe
Dacombe tumbuh di Harrogate, Inggris utara, dan belajar pemrograman komputer secara otodidak pada usia 13 tahun dengan membuat web dan aplikasi.
Setelah keluar dari Ashville College, ia melanjutkan ke kampus St Aidan's and St John Fisher pada 2017, tapi memutuskan berhenti setelah dua hari.
Tahun berikutnya, ia mendirikan CoMind, perusahaan teknologi medis yang mengembangkan perangkat pemantau otak non-invasif.
>>> Rashford Siap Gabung Pemusatan Latihan MU di Dublin, Tampil Lawan Leeds?
Pada 2022, Dacombe bergabung dengan Thiel Fellowship, program yang didirikan oleh salah satu pendiri PayPal, Peter Thiel.
Program ini memberikan pendanaan USD 100.000, yang kemudian dinaikkan menjadi USD 250.000 untuk peserta baru, serta bimbingan bagi pengusaha muda yang memilih merintis bisnis alih-alih melanjutkan pendidikan tinggi.
Ia kemudian mendirikan Olix dua tahun setelahnya, yang awalnya bernama Flux, melalui perusahaan induknya Bletchley Industries, yang juga membawahi CoMind.
Olix mengembangkan chip inferensi AI, semikonduktor khusus yang dirancang untuk menjalankan model kecerdasan buatan terlatih dengan lebih efisien dibanding chip konvensional.
Perusahaan ini berencana merampungkan desain cip DX-1 tahun ini sebelum meningkatkan produksinya pada akhir 2027.
Olix termasuk dalam kelompok startup semikonduktor dengan ambisi menantang Nvidia, yang GPU-nya mendominasi pasar pelatihan dan pengoperasian model AI tingkat lanjut.
Perusahaan tersebut menyatakan chip mereka tidak bergantung pada sejumlah komponen memori yang ketersediaannya saat ini terbatas.
Ini memungkinkan sistem AI beroperasi dengan biaya lebih rendah sekaligus meningkatkan kinerjanya.
>>> Meme Tom Holland dan Zendaya Mandi Uang, Film Laris Manis
Josephine Kant, Kepala Divisi Ventura di Sovereign AI, mendeskripsikan Dacombe sebagai salah satu pendiri terpenting di generasinya.
