Meski VPN bisa menyiasati pembatasan, banyak layanan VPN juga diblokir. Rusia aktif mempromosikan aplikasi pesan nasional MAX yang dinilai dapat menjadi alat pengawasan.
MAX secara terbuka akan membagikan data pengguna kepada pihak berwenang jika diminta. Pakar menyebut aplikasi ini tidak menggunakan enkripsi menyeluruh.
Pembatasan Telegram memicu ketidakpuasan luas di Rusia. Aktivis mencoba mengorganisasi protes, tetapi pihak berwenang berhasil meredamnya.
Durov juga menghadapi penyelidikan di negara lain.
Pada 2024, ia ditangkap di Paris atas tuduhan Telegram digunakan untuk aktivitas terlarang, seperti perdagangan narkoba dan distribusi gambar pelecehan seksual anak.
Otoritas Prancis menjatuhkan dakwaan awal karena diduga membiarkan aktivitas kriminal terjadi di Telegram. Kremlin mengkritik langkah Prancis sebagai tebang pilih.
>>> Diskon Jumbo LED TV 43 Inch di Transmart Full Day Sale
Pada Maret 2025, Durov mengaku sudah kembali ke Dubai setelah menghabiskan beberapa bulan di Prancis.
