Selama berabad-abad, pengamat gerhana Matahari telah menggambarkan fenomena ganjil yang memukau, dikenal sebagai shadow bands atau pita bayangan.
Fenomena ini muncul sesaat sebelum dan sesudah fase totalitas, ketika Bulan sepenuhnya menutupi cahaya Matahari.
>>> Level Infinite Pamerkan Control Resonant, Dune: Awakening di Gamescom 2026
Garis-garis gelap panjang yang diselingi celah putih tampak berlari melintasi tanah hingga dinding.
Fenomena ini dapat ditangkap mata manusia dengan mudah, namun sangat sulit direkam melalui foto atau video karena kontrasnya yang halus.
Teori dan Eksperimen
Misteri ilmiah ini memiliki dua teori utama, namun belum ada jawaban pasti.
Gerhana Matahari total mendatang pada hari Rabu, 11 Agustus 2026, akan memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk mengkaji fenomena ini lebih lanjut.
Pada gerhana Matahari total tahun 2017 yang melintasi Amerika Serikat, David Turnshek, profesor fisika dan astronomi University of Pittsburgh, bersama timnya menguji teori bahwa turbulensi atmosfer adalah penyebab pita bayangan.
Teori ini menyatakan bahwa pergerakan acak arus udara di atmosfer membuat turbulensi menjadi terlihat saat hanya sebaris tipis cahaya Matahari tersisa.
Tim memasang sensor pendeteksi cahaya di tanah dan balon stratosfer. Hasilnya mengejutkan, karena efek ini terdeteksi di atas atmosfer sekaligus di permukaan tanah.
>>> Absen di Eropa, Chelsea Fokus Penuh di Premier League 2026/2027
Hal ini menunjukkan bahwa teori turbulensi mungkin keliru atau bukan satu-satunya penjelasan.
Temuan ini mengarahkan pada penjelasan alternatif, yaitu efek difraksi-interferensi.
Teori ini menganggap tepian Bulan yang melengkung bertindak seperti mata pisau raksasa yang membelokkan dan menginterferensikan gelombang cahaya, menciptakan pita gelap dan terang.
Upaya Dokumentasi Lanjutan
Turnshek berencana menyaksikan gerhana di Spanyol dan membawa salah satu detektor elektroniknya, meskipun logistik eksperimen serupa dari ketinggian sangat rumit.
Ia berharap dapat mendeteksi dan merekam pita bayangan.
Peneliti lain, Gordon Telepun, juga akan bersiap di Spanyol. Ia menekankan pentingnya permukaan latar yang mulus dan berwarna terang untuk melihat pita bayangan yang samar.
Fenomena ini mudah terlewatkan karena muncul tepat sebelum totalitas, saat perhatian tertuju pada Matahari.
>>> Darwin Nunez Ucapkan Selamat untuk Ronald Araujo di Liverpool
Proyek sains warga juga digagas oleh Joe Conti di Massachusetts, mengajak pengamat di Islandia dan Spanyol untuk merekam fenomena ini menggunakan kamera ponsel.
