⌂ Beranda News InfraNexia Kelola 112 Ribu Km Fiber Optik Pasca Spin-Off Rp 49,9 T

InfraNexia Kelola 112 Ribu Km Fiber Optik Pasca Spin-Off Rp 49,9 T

InfraNexia Kelola 112 Ribu Km Fiber Optik Pasca Spin-Off Rp 49,9 T
Ilustrasi: InfraNexia Kelola 112 Ribu Km Fiber Optik Pasca Spin-Off Rp 49,9 T
A A Ukuran Teks16px

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) kini mengelola lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) setelah menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2 senilai Rp 49,9 triliun.

Proses ini melanjutkan tahap pertama yang efektif sejak Januari 2026, dengan total pengalihan aset dan bisnis mencapai Rp 85,7 triliun.

>>> Ronaldo Tertawa Ngakak Usai Fans Tertipu Kabar Pernikahannya

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan penyelesaian spin-off ini merupakan tonggak penting dalam transformasi bisnis TelkomGroup.

Langkah ini memungkinkan Telkom untuk lebih fokus dalam pengelolaan aset infrastruktur digital, meningkatkan kelincahan dalam menangkap peluang pasar, dan menciptakan nilai jangka panjang.

Spin-off ini juga sejalan dengan strategi Telkom 30 untuk mempercepat monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi seperti data center, tower, dan jaringan fiber.

Penguatan Kapabilitas InfraNexia

Setelah pengalihan portofolio bisnis dan aset rampung, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik.

Jumlah ini mencakup 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di seluruh Indonesia, hampir setara tiga kali keliling bumi.

>>> Laga JDT vs Chelsea Memanas, Netizen Malaysia Malu Lihat Aksi Pemain

Dengan kepemilikan aset tersebut, InfraNexia memperkuat perannya sebagai penyedia layanan wholesale connectivity untuk pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menegaskan bahwa penyelesaian spin-off ini memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal.

InfraNexia akan memperkuat layanan utama seperti 5G backhaul, wholesale network, FTTx, hingga passive infrastructure sharing.

Perusahaan juga melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network untuk infrastruktur yang lebih cerdas dan efisien.

Upaya ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia, dengan fokus pada pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan.

>>> Panduan Lengkap: Cara Aktifkan 5G di HP Android dan iPhone

Proses transaksi dilakukan secara transparan dan tidak berdampak pada layanan pelanggan, dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM