⌂ Beranda News Fenomena Langka Gerhana Matahari Total di Eropa, Kacamata Khusus Ludes

Fenomena Langka Gerhana Matahari Total di Eropa, Kacamata Khusus Ludes

Fenomena Langka Gerhana Matahari Total di Eropa, Kacamata Khusus Ludes
Fenomena Langka Gerhana Matahari Total di Eropa, Kacamata Khusus Ludes
A A Ukuran Teks16px

Jutaan penduduk di Eropa bersiap menyaksikan fenomena langit menakjubkan, yaitu gerhana Matahari total.

Peristiwa langka ini akan melintasi sebagian besar wilayah utara dan tengah Spanyol, serta sebagian Portugal, Greenland, dan Islandia.

>>> Piala Super Eropa: Superkomputer Jagokan PSG Kalahkan Aston Villa

Di sebagian besar wilayah Eropa Barat, termasuk Inggris, Prancis, Belgia, Swiss, dan Italia bagian utara, cahaya Matahari akan hampir sepenuhnya tertutup.

Gerhana terjadi ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, melemparkan bayangannya ke Bumi.

Pengamat dapat menyaksikan gerhana total jika berada di area umbra (bayangan inti) Bulan, di mana Matahari sepenuhnya terhalang.

Sementara itu, gerhana sebagian terlihat jika berada di penumbra (bayangan luar) Bulan.

Dr. Megan Argo, ahli astrofisika di University of Lancashire, menjelaskan bahwa posisi Bulan dan Matahari harus sejajar secara presisi agar gerhana total dapat terjadi.

Lokasi pengamat di permukaan Bumi menentukan apakah mereka akan melihat gerhana total, sebagian, atau tidak sama sekali. Jalur gerhana total merupakan area yang cukup sempit di permukaan Bumi.

Gerhana total ini merupakan yang pertama terlihat di daratan Eropa dalam dua dekade terakhir.

Peristiwa serupa terakhir yang dapat diamati dari Inggris terjadi pada tahun 1999, dan gerhana total berikutnya di Inggris baru akan terlihat pada tahun 2090.

>>> Paul Scholes Sarankan MU Rekrut Bek Tottenham Cristian Romero

Permintaan Kacamata Pelindung Melonjak

Antusiasme masyarakat terhadap acara ini mendorong lonjakan permintaan kacamata pelindung khusus. Toko-toko di Prancis melaporkan kacamata gerhana ludes terjual dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa gerai kehabisan stok, bahkan harus melakukan pemesanan berulang untuk memenuhi tingginya permintaan.

"Kami sempat kehabisan stok selama tiga hari, namun pagi ini kami menerima persediaan yang cukup untuk bertahan hingga Rabu malam," ujar Aurelie Letavi, asisten apoteker, kepada AFP.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM