CEO Ducati, Gigi Dall'Igna, tidak terlalu mengkhawatirkan kegagalan timnya di MotoGP Inggris 2026 yang berlangsung di Sirkuit Silverstone.
Ia menyatakan bahwa fokus utama kini adalah respons tim untuk balapan selanjutnya, dimulai dari seri Aragon.
>>> DPD RI Awards 2026 Buka Pendaftaran Inovator Teknologi Kesehatan Daerah
Duet pembalap Ducati, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, menunjukkan performa yang kurang memuaskan di Silverstone. Marquez hanya mampu finis ketujuh di balapan sprint dan utama.
Sementara itu, Bagnaia mengalami nasib lebih buruk dengan terjatuh di kedua balapan, membuatnya harus retired dan gagal mendulang poin untuk kelima kalinya di balapan utama musim 2026.
Dall'Igna mengakui bahwa Silverstone merupakan sirkuit yang sangat sulit dan menantang bagi Ducati.
Ia menyebutkan bahwa tim tidak pernah benar-benar bisa bersaing sejak sesi kualifikasi hingga balapan utama, serta mengalami kekurangan dalam hal kecepatan kompetitif dan perasaan yang tepat dengan motor.
>>> AI Indonesia Berbasis Kampus: Strategi Pemerintah Bangun Kedaulatan Teknologi
Pentingnya Respons Tim
Meskipun demikian, Dall'Igna menekankan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Ia yakin bahwa hari-hari yang lebih baik akan datang dan yang terpenting adalah kesiapan tim saat momen tersebut tiba.
Menurutnya, di kejuaraan seketat MotoGP, kesuksesan akan diraih oleh mereka yang mampu merespons tantangan dengan cara terbaik.
>>> Statistik Arsenal vs Man City: Arsenal Unggul dalam Rekor Pertemuan
Seri Aragon akan menjadi kesempatan bagi Ducati untuk membuktikan diri, mengingat mereka memiliki catatan kemenangan yang baik di sirkuit tersebut dalam beberapa edisi terakhir.
