⌂ Beranda News Leicester City: Dari Kisah Dongeng Juara Liga Inggris ke Jurang Degradasi dan Dijual
News

Leicester City: Dari Kisah Dongeng Juara Liga Inggris ke Jurang Degradasi dan Dijual

Leicester City: Dari Kisah Dongeng Juara Liga Inggris ke Jurang Degradasi dan Dijual
Leicester City: Dari Kisah Dongeng Juara Liga Inggris ke Jurang Degradasi dan Dijual
A A Ukuran Teks16px

Leicester City pernah merasakan puncak kejayaan saat menjuarai Liga Inggris pada tahun 2016, sebuah pencapaian yang dijuluki sebagai kisah dongeng.

Namun, setelah momen bersejarah tersebut, The Foxes mengalami penurunan drastis dan kini klub tersebut dikabarkan akan dijual.

>>> Huawei Pura 90s Series Akhirnya Resmi Dukung 5G di Indonesia

Kemenangan di musim 2015/2016 merupakan hasil investasi besar dari pengusaha Thailand, Vichai Srivaddhanaprabha, yang membeli klub pada tahun 2010.

Setelah meraih gelar juara, Leicester kesulitan mempertahankan skuad intinya. Sejumlah pemain kunci seperti Mahrez dan Kante hijrah ke klub lain.

Tragedi kembali menimpa klub pada tahun 2018 ketika Vichai Srivaddhanaprabha meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter.

Di bawah kepemimpinan keluarganya, Leicester sempat meraih gelar Piala FA pada tahun 2021.

Periode sulit kembali menghampiri Leicester City.

Klub ini terdegradasi dari Premier League pada musim 2022/23, sempat kembali, namun kembali terdegradasi pada musim 2024/25.

>>> Instagram Segera Adopsi Fitur Belanja dari WhatsApp Berbasis AI

Kondisi finansial klub memburuk, bahkan saat bermain di Divisi Championship pada musim 2025/26, mereka dikenai pengurangan poin karena pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).

Hal ini menyebabkan Leicester terdegradasi ke League One, kompetisi kasta ketiga, untuk musim 2026/27.

Masalah keuangan tim disebabkan oleh beban gaji pemain yang tinggi, kebijakan transfer yang kurang efektif, penurunan pendapatan pasca-pandemi, dan hilangnya pemasukan utama akibat terdegradasi.

Sejak 2021, Leicester City mencatat kerugian finansial yang signifikan setiap tahunnya.

Keluarga Srivaddhanaprabha kini dikabarkan siap menjual klub dengan proposal 'Project Lineup', mematok harga mulai dari 222 juta Pounds atau sekitar Rp 5,4 triliun.

>>> Tawaran Barcelona untuk Rodri Kembali Ditolak Manchester City

Penawaran ini mencakup seluruh aset klub, termasuk Stadion King Power dan fasilitas pelatihan, yang ditaksir bernilai 204 juta Pounds.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM