Lintasarta memperkuat kerja sama strategis bersama penyedia satelit Low Earth Orbit Starlink.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengeksplorasi peluang pengembangan konektivitas berkapasitas tinggi.
Kolaborasi ini dirancang untuk mendukung lonjakan kebutuhan pelanggan dari segmen enterprise di Indonesia.
Pertemuan pimpinan kedua perusahaan berlangsung di Bali dalam rangkaian acara BATIC 2026.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan menyatakan perkembangan AI memicu kebutuhan infrastruktur yang besar.
Konektivitas dituntut memiliki jangkauan luas serta tangguh menghadapi berbagai tantangan geografis.
Teknologi satelit LEO dari Starlink menyediakan akses internet berkecepatan tinggi dengan latensi rendah.
Sistem tersebut berfungsi melengkapi jaringan terestrial yang sudah ada di berbagai wilayah.
Kemitraan antara kedua pihak ini sebetulnya telah berjalan sejak tahun 2024 lalu.
Global Supply Manager Starlink Jonathan Harrison menyebut kolaborasi ini memperkuat ekosistem digital nasional.
Penguatan kerja sama juga menjadi bagian dari strategi bisnis Beyond Infrastructure milik Lintasarta.
Perusahaan kini mengembangkan sistem Intelligent Core yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama.
Empat pilar tersebut mencakup Connectivity, Cloud, Cybersecurity, serta Collaboration-AI.