Perseteruan hukum antara Apple dan OpenAI semakin memanas setelah muncul tudingan penghancuran barang bukti.
Apple resmi mendesak pengadilan untuk memberlakukan expedited discovery atau perintah penemuan bukti kilat.
>>> Enzo Fernandez Resmi Gabung Manchester City Usai Nilai Transfer Fantastis
Langkah tersebut diambil akibat kekhawatiran bahwa pembuat ChatGPT itu sengaja menghilangkan barang bukti penting.
Barang bukti yang dipersoalkan berkaitan erat dengan kasus dugaan pencurian rahasia dagang teknologi kecerdasan buatan.
Dalam dokumen hukum yang diajukan Senin lalu, Apple menuding OpenAI menahan MacBook milik mantan karyawannya.
Perangkat itu baru diserahkan kepada pihak Apple pada tanggal 21 Agustus lalu.
Pemeriksaan forensik mendapati adanya diskusi mencurigakan mengenai upaya merestorasi dan menghapus jejak data.
Sengketa Melibatkan Tiga Mantan Pegawai Apple
Gugatan ini bermula dari kepindahan tiga mantan pegawai Apple yang kini bekerja di OpenAI.
Salah satu mantan karyawan yang terlibat dalam sengketa hukum ini adalah Chang Liu.
>>> Modal Positif Persebaya Sambut Liga Berkat Pemahaman Taktik Tavares
Temuan forensik menunjukkan Liu mengunduh dokumen skema sirkuit milik Apple.
Dokumen rahasia tersebut bahkan diklaim secara aktif digunakan dalam proyek pekerjaannya di OpenAI.
Liu beserta sejumlah pihak di OpenAI disebut sadar memiliki akses ke penyimpanan cloud pihak ketiga milik Apple.
Pesan teks dalam perangkat mengungkapkan adanya pembahasan untuk mereset perangkat usai investigasi internal.
Apple menyatakan artefak forensik penting seperti log dan metadata kini terancam hilang atau tertimpa.
Di sisi lain, OpenAI melayangkan pembelaan tajam melalui dokumen tanggapan tandingan.
OpenAI menilai sengketa ini terjadi akibat buruknya prosedur pengelolaan saat karyawan keluar dari Apple.
>>> John Ternus Resmi Jadi CEO Apple dan Janjikan Acara Besar Pekan Depan
Pihak OpenAI bersikeras tidak ada bukti valid bahwa Liu mengakses informasi rahasia secara melanggar hukum.