Limbah dari hewan purba diduga berperan dalam membentuk ekosistem laut modern. Sekitar 540 juta tahun lalu, kotoran tersebut membantu mengedarkan nutrisi di lautan.
Tinjauan ilmiah yang diterbitkan di jurnal Trends in Ecology & Evolution mengungkapkan temuan ini. Penelitian dipimpin oleh Julien Kimmig dan Russell D.
C. Bicknell.
Peran Revolusi Feses pada Periode Kambrium
Periode Kambrium berlangsung sekitar 539 hingga 485 juta tahun lalu. Masa ini mencatat peningkatan pesat keanekaragaman hewan serta kompleksitas ekosistem.
Ilmuwan sebelumnya mengaitkan perubahan itu dengan peningkatan oksigen dan evolusi bentuk tubuh. Namun, kotoran hewan atau koprolit jarang mendapat perhatian.
Hewan berkembang menjadi lebih besar dengan sistem pencernaan kompleks. Perubahan tersebut menghasilkan limbah yang semakin beragam di lautan.
Bukti koprolit ditemukan dari lebih dari 35 endapan fosil di dunia. Bentuknya bervariasi mulai dari pelet mikroskopis hingga kotoran berukuran sentimeter.
Materi feses tersebut mengandung unsur seperti karbon, nitrogen, fosfor, dan besi. Limbah ini tenggelam ke perairan dalam dan mendaur ulang nutrisi penting.
