Ancaman kejahatan siber yang mengincar perangkat seluler kini berada pada level mengkhawatirkan.
Laporan terbaru Kaspersky mengungkap lonjakan drastis ancaman trojan perbankan seluler sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
Peretas kini secara masif menyasar dana serta data keuangan pengguna ponsel pintar.
Selama tiga bulan pertama di tahun 2026, Kaspersky mendeteksi 162.275 paket instalasi trojan perbankan baru.
Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan total temuan sepanjang tahun 2024.
Jumlah ini juga sudah setara dengan dua pertiga dari keseluruhan kasus sepanjang tahun 2025.
Porsi trojan perbankan kini mendominasi hingga 52,96% dari seluruh aplikasi seluler berbahaya di Q1 2026.
Angka ini melesat tajam jika dibandingkan porsi 31% yang tercatat pada tahun lalu.
Ancaman Firmware hingga Modus AI
Data anonim Kaspersky Security Network mencatat ponsel pintar telah menjadi medan pertempuran utama.
Sepanjang Q1 2026, Kaspersky memblokir lebih dari 2,67 juta serangan berbasis malware serta adware.
Sebanyak 439 dari total 306.070 sampel paket berbahaya berkaitan dengan trojan ransomware seluler.
Ancaman backdoor pra-instal seperti Triada dan Keenadu turut mengintai pengguna perangkat.
Penjahat siber memanfaatkan layanan daring sah dan teknik bertahap demi menghindari deteksi.
Studi Kaspersky bertajuk The Great Messaging Heist membeberkan ancaman serius penipuan pesan instan.
Satu pesan penipuan yang berhasil menyebabkan kerugian rata-rata sebesar USD 733 atau sekitar Rp 11,5 juta.
Sebanyak 52% penipuan yang menguras uang korban berlangsung dalam kurun waktu kurang dari 30 menit.
Sekitar 66% korban meyakini pelaku menggunakan teknologi kecerdasan buatan dalam melancarkan aksinya.
Bentuk penggunaan AI paling umum meliputi narasi pesan, peniruan suara, serta deepfake.
Kaspersky mengimbau pengguna mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi untuk memitigasi risiko.
Pengguna juga diminta menghindari tautan mencurigakan dan memperbarui sistem operasi secara rutin.