Seorang pria asal Australia mendadak mendapatkan rezeki nomplok setelah menemukan puluhan modul memori RAM di garasi rumahnya.
Tumpukan perangkat keras bekas yang sempat berdebu tersebut ditaksir memiliki nilai pasar lebih dari USD 12.000 atau sekitar Rp 188 juta.
Melalui platform Reddit, pemilik akun VastOption875 menceritakan momen saat dirinya membongkar unit server lama peninggalan tempat kerja lamanya.
Perangkat server tersebut memang diizinkan untuk dibawa pulang setelah perusahaan melakukan peremajaan sistem perangkat keras.
Hasil pembongkaran menunjukkan server itu menyimpan 30 keping modul RAM DDR4-2666 dengan kapasitas masing-masing 64GB.
Total keseluruhan kapasitas memori yang ia temukan mencapai hampir 2 Terabyte berkat spesifikasi kelas server tersebut.
Lonjakan Harga Memori Pasar Sekunder
Di berbagai platform e-commerce global, satu keping RAM DDR4 64GB kelas server rata-rata dibanderol sekitar USD 400.
Modul tersebut merupakan tipe dual-rank ECC yang dirancang khusus untuk mendukung server berkinerja tinggi seperti Intel Xeon dan AMD Epyc.
Nilai jualnya di pasar sekunder menjadi jauh lebih tinggi di tengah lonjakan harga memori generasi terbaru yaitu DDR5.
Tingginya harga DDR5 membuat permintaan terhadap modul DDR4 kembali meningkat tajam di kalangan konsumen maupun korporasi.
Bahkan, perusahaan teknologi besar seperti Meta turut memanfaatkan kembali RAM DDR4 dari server lama untuk mesin server AI mereka.
Tren tingginya minat pasar ini juga mendorong produsen semikonduktor meningkatkan volume produksi memori DDR4 dan motherboard pendukung.