Tren membuat foto bergaya tahun 1980-an menggunakan teknologi kecerdasan buatan tengah digemari warganet di media sosial.
Pengguna hanya perlu mengunggah foto dan menulis perintah teks untuk mengubah wajah menjadi potret retro berkat bantuan kecerdasan buatan.
Di balik kepraktisan tersebut, terdapat proses komputasi besar yang berjalan secara tersembunyi di dalam fasilitas pusat data.
Konsumsi Energi dan Air
Setiap permintaan pembuatan gambar dari pengguna memerlukan kerja keras dari server komputer yang membutuhkan pasokan listrik masif.
Penelitian dari Carnegie Mellon University menunjukkan konsumsi energi dalam menghasilkan gambar AI sangat bervariasi.
Masalah lingkungan kian meluas ketika jutaan orang secara bersamaan mencoba berbagai variasi perintah pembuatan gambar.
Selain listrik, fasilitas pusat data juga mengandalkan air dalam jumlah besar untuk sistem pendinginan perangkat keras.
Pemanasan global dari aktivitas digital ini tidak hanya berhenti pada pemakaian listrik harian saja.
Rantai pasok perangkat keras seperti pembuatan chip dan server turut menyumbang jejak lingkungan dalam jangka panjang.