Ajang kompetisi PUBG Mobile Global Open Southeast Asia Finals S2 telah resmi rampung pada 13 September 2026.
Gelar juara turnamen tersebut berhasil direbut oleh perwakilan asal Thailand, yaitu Sharper Esports.
Namun hasil akhir kompetisi ini justru menuai perdebatan panas di kalangan komunitas penggemar PUBG Mobile di Indonesia.
Banyak pihak menilai tindakan yang dilakukan oleh skuad Sharper Esports dalam pertandingan tidak menunjukkan sikap respek kepada lawan.
Kemarahan warganet tanah air bermula dari rangkaian pertandingan hari terakhir pada map Erangel ketika memasuki fase late game.
Sesi tersebut menyisakan dua kekuatan tangguh yaitu Bigetron by Vitality asal Indonesia dan Sharper Esports.
Dalam momen baku tembak, skuad Bigetron sempat mendominasi permainan dan sukses memulangkan dua roster Sharper ke lobby.
Menjelang akhir laga, salah satu pemain tersisa dari kubu Sharper yakni SP Nc2 dilaporkan mengalami knock akibat blue zone.
Pemain tersebut diduga sengaja mengaktifkan fitur menyerah agar penggawa Bigetron kehilangan kesempatan mendulang poin eliminasi.
Secara akumulasi, Sharper Esports keluar sebagai juara pertama usai mengantongi total 148 poin.
Sementara itu, Bigetron by Vitality harus puas menempati posisi kedua dengan perolehan 147 poin.
Selisih tipis satu angka inilah yang membuat para pendukung merasa kecewa atas tindakan kontroversial di penghujung laga.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara resmi PUBG Mobile Esports belum memberikan keterangan terkait kejelasan insiden tersebut.