⌂ Beranda News Penjelasan Ilmiah BRIN Terkait Potensi Erupsi Besar Gunung Anak Krakatau
News

Penjelasan Ilmiah BRIN Terkait Potensi Erupsi Besar Gunung Anak Krakatau

Ilustrasi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau
Penjelasan Ilmiah BRIN Terkait Potensi Erupsi Besar Gunung Anak Krakatau
A A Ukuran Teks16px

Gunung Anak Krakatau masih memiliki potensi evolusi jangka panjang dalam aktivitas vulkaniknya.

Namun, penelitian awal Badan Riset dan Inovasi Nasional menunjukkan gunung tersebut masih jauh dari fase letusan pembentuk kaldera.

Dr Aditya Pratama dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN memaparkan hal itu dalam sebuah webinar.

Riset tersebut dilakukan untuk menjawab pertanyaan publik mengenai potensi letusan dahsyat seperti peristiwa 1883.

Karakteristik Sistem Magma

Tim peneliti membandingkan karakteristik magma dari berbagai periode perkembangan Krakatau.

Analisis sampel batuan dilakukan dari periode Old Krakatau, Young Krakatau, hingga Anak Krakatau.

Gunung api yang mengalami letusan pembentuk kaldera umumnya melalui beberapa fase perkembangan.

Fase tersebut dimulai dari inkubasi, maturasi, fermentasi, hingga tercapainya letusan kaldera.

Perbedaan fase ini dapat diamati melalui kondisi dapur magma di bawah permukaan.

Pada fase inkubasi, reservoir magma besar berada di kedalaman sementara kantong kecil di bagian dangkal.

Karakteristik magma pada fase awal juga cenderung lebih mafik atau basaltik.

Letusan saat ini terpantau cukup sering terjadi namun dengan intensitas yang relatif kecil.

Hasil sementara analisis menempatkan Anak Krakatau pada fase inkubasi tersebut.

Aditya menegaskan posisi ini belum menunjukkan kedekatan menuju letusan pembentuk kaldera.

Temuan ini masih bersifat riset pendahuluan dan bukan merupakan prediksi waktu letusan.

📰 Update Terbaru