Amerika Serikat secara terbuka mengakui telah menempatkan sistem persenjataan antariksa di orbit Bumi. Langkah kontroversial ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Angkatan Udara AS, Troy Meink.
Keberadaan perangkat yang disebut sebagai senjata kendali antariksa tersebut dirancang untuk melindungi pasukan militer di darat. Pengumuman ini langsung menuai peringatan dari para pengamat keamanan internasional.
Orbit Bumi dikhawatirkan akan berubah menjadi arena pertempuran baru yang mengancam jaringan satelit penting. Padahal, satelit memegang peran vital untuk layanan global seperti sistem navigasi GPS.
Spesifikasi dan Spekulasi Teknologi Persenjataan
Hingga kini, pihak militer AS belum memberikan rincian pasti mengenai waktu peluncuran maupun jumlah perangkat yang disebar. Pejabat berwenang hanya menyatakan kesiapan menghadapi ancaman global yang terus berkembang.
Sejumlah pakar keamanan menduga instrumen tersebut merupakan perangkat pengacak komunikasi non-destruktif. Teknologi itu dinilai lebih rasional ketimbang senjata kinetik yang berisiko menciptakan serpihan berbahaya.
Di sisi lain, respons keras datang dari pemerintah China dan Rusia atas kebijakan militerisasi tersebut.
Moskow dan Beijing mendesak agar kawasan luar angkasa dibebaskan sepenuhnya dari segala jenis senjata.
